ads_hari_koperasi_indonesia_74

IPAL Losari: Pengolahan Limbah Domestik Terintegrasi Hingga Jadi Air Layak Minum

IPAL Losari: Pengolahan Limbah Domestik Terintegrasi Hingga Jadi Air Layak Minum

Makassar, Hotfokus.com

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Cipta Karya tengah melakukan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Losari Kota Makassar. Dengan IPAL tersebut, limbah domestik rumah tangga bisa diolah sedemikian rupa secara terpadu, bahkan hingga air hasil olahannya disebut bisa menjadi air laik minum. 

IPAL Canggih tersebut dibangun menggunakan anggaran senilai Rp 176,18 miliar plus USD3,04 juta atau setara Rp 43,44 miliar yang berasal dari Loan ADB, APBN dan APBD Kota Makassar. IPAL tersebut nantinya akan meningkatkan pelayanan air limbah domestik dengan sistem terpusat pada kawasan perkotaan.
IPAL tersebut diharapkan dapat terbangunnya Sistem Pelayanan Air Limbah Domestik Terpusat di kawasan perkotaan yang acuannya memenuhi baku mutu air limbah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.P.68/Menlhk/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

“Kita akan mengacu pada baku mutu lingkungan hidup yang terbaru, ini artinya hampir sudah seperti ini (Air mineral kemasan), sangat layak minum, kapasitasnya bahkan 16 ribu meter kubik perhari,” ungkap Kepala Satker Wilayah II Sulsel, Lalu Heri Gunawan dalam paparan kepada awak media peserta Press Tour Kementerian PUPR di Makassar, Rabu (9/11/2021). 

Heri mengatakan, pembangunan IPAL Losari tersebut salah satu fungsinya adalah untuk meningkatkan kualitas air tanah dan air baku, serta dapat menjadi sarana edukasi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu pencemaran lingkungan di Kota Makassar.

“Di Makassar air tanah sudah cukup tercemar, peningkatan CO2 sudah tinggi. Mudah-mudahan ini sudah bisa mengurangi pencemaran lingkungan. Karena kalau sekarang hanya ada penanganan kawasan dan individual. Selain itu mengurangi kebiasaan masyarakat untuk buang air besar sembarangan, dan menciptakan masyarakat yang peduli akan masalah sanitasi,” ungkapnya.

Heri pun mengungkapkan fakta bahwa di Kota Makassar, jumlah rumah tangga yang sudah dilengkapi dengan sarana pengelolaan air limbah domestik, persentase nya sebesar 98,7 persen. Namun, dari jumlah itu hanya 24 persen yang sudah memenuhi prinsip sanitasi aman.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPPW Sulawesi Selatan, Ditjen Cipta Karya, Ahmad Asiri menjelaskan, pembangunan IPAL yang berlokasi di Kelurahan Maccini Somba, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar dengan luasan lahan 2,3 hektare (Ha) tersebut diharapkan dapat melayani 70.000 jiwa dengan jumlah sambungan terpasang direncanakan sebanyak 14.000 sambungan, yang terbagi menjadi 8.400 sambungan domestik dan 5.600 sambungan komersial dengan kapasitas air limbah sebesar 16.000 m3 per hari.

Pemasangan sambungan direncanakan berlangsung selama 6 tahun, yakni sejak 2022 hingga 2027. Wilayah pelayanan IPAL Losari akan meliputi 5 kecamatan, yaitu Kecamatan Makassar, Kecamatan Mariso, Kecamatan Mamajang, Kecamatan Ujung Pandang, dan Kecamatan Tamalate.

Pembangunan IPAL dijadwalkan berlangsung selama 5 tahun, mulai dari 2019 hingga 2023. Kota Makassar saat ini sudah memiliki 5 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah kawasan serta 1 unit Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja yang berlokasi di Nipa-Nipa.

Jumlah sambungan terpasang direncanakan sebanyak 14.000 sambungan, yang terbagi menjadi 8.400 sambungan domestik dan 5.600 sambungan komersial. (SNU)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *