ads_hari_koperasi_indonesia_74

Industri Manufaktur Tetap Tangguh Di Tengah Badai Pandemi

Industri Manufaktur Tetap Tangguh Di Tengah Badai Pandemi

Jakarta, Hotfokus.com

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengklaim bahwa industri manufaktur dan properti tanah air tergolong tangguh menghadapi gempuran badai pandemi Covid-19 hingga saat ini. Kedua sektor ini dinilai masih mencatatkan kinerja positif.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan sektor industri termasuk industri manufaktur mampu berkontribusi 78,80 persen terhadap ekspor atau USD81 miliar dari total ekspor nasional sebesar USD102 miliar pada Januari – Juni 2021. Alhasil neraca perdagangan Indonesia dalam kurun waktu itu surplus sebesar USD8,22 miliar.

“Hemat saya, prestasi ini sangat membanggakan karena diraih di tengah-tengah kondisi sulit, pandemic Covid-19 gelombang kedua,” seru Agus Gumiwang, dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).

Menperin optimis pada semester II 2021, industri manufaktur akan tetap berada di teritori positif, meski pada pertengahan Juni perekonimian nasional mengalami turbulensi akibat pandemi varian delta. Agus mengingatkan agar para pelaku industri lebih mematuhi Surat Edaran Kemenperin No. 3/2021 tentang Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri pada Masa Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Bahkan pihaknya tidak segan untuk menjatuhkan sanksi tegas kepada pelaku industri yang tidak menjalankan ketentuan tersebut.

“Siapa saja pelaku industri yang tidak menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin sesuai kebijakan pemerintah dalam surat edaran Kemenperin, maka akan dapat sanksi mulai dari administratif, pembekuan oprasional hingga mencabut izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI),” sambungnya.

Dijelaskan Agus sejak Maret 2020 hingga Juni 2021, Kemenperin telah menutup sebanyak 400 perusahaan berizin IOMKI. Perusahaan itu dinilai tidak patuh dalam menjalankan protokol kesehatan secara ketat di saat melakukan proses bisnisnya.

“Mari kita sama-sama buktikan bahwa industri bukan klaster penyebaran Covid-19. Kita lakukan apa tertuang dalam surat edaran tersebut dan bantu saya untuk tidak menjatuhkan sanksi, karena saya akan bertindak tegas,” ajaknya. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply