ads_hari_koperasi_indonesia_74

Gaet Pasar Domestik, IKM Didorong Tawarkan Produknya di LKPP

Gaet Pasar Domestik, IKM Didorong Tawarkan Produknya di LKPP

Jakarta, Hotfokus.com

Industri Kecil dan Menengah (IKM) didorong untuk memanfaatkan pangsa pasar yang dibuka pemerintah dalam pengadaan barang dan jasa melalui laman Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Pasalnya untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah tahun 2021 ini nilainya mencapai Rp609,3 triliun. Potensi pasar yang sangat besar ini diyakini bisa dipenuhi oleh produk-produk dalam negeri khususnya dari sektor UMKM.

Dirjen Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih, menyatakan untuk bisa memenuhi order belanja barang dan jasa pemerintah melalui LKPP memang tidak mudah. Pelaku industri diharuskan bisa menunjukkan kualitas produk serta kepastian keberlanjutan produk yang dihasilkan.

“Peluang pasar dalam negeri ini bisa diperoleh IKM apalagi dalam kesempatan yang sama ada belanja modal dari BUMN selama lima tahun kedepan nilainya mencapai USD65 miliar. Ini besar sekali nilainya sehingga peluang ini harus dimanfaatkan bersama-sama,” kata Gati dalam webinar terkait peluang pasar dalam negeri dan ekspor produk IKM, Sabtu (17/7/2021).

Selain memanfaatkan pasar tersebut, IKM juga bisa memanfaatkan marketplace yang saat ini menjamur. Saat ini baru ada 475 IKM yang memiliki akun di marketplace yang terhubung ke dalam program Bela Pengadaan. Namun sayangnya dari jumlah itu hanya ada 188 IKM atau 39 persen yang berpotensi dapat memaksimalkan program Bela Pengadaan.

Sementara dalam menggaet pasar ekspor, Gati pemerintah terus membuka peluang pengembangan usaha dari IKM melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, fasilitasi dan peningkatan SDM dari pelaku IKM. Bahkan pemerintah telah menyediakan skim-skim pendanaan yang lunak untuk memecahkan persoalan pendanaan yang kerap dihadapi pelaku usaha dalam pengembangan usaha.

Untuk menarik minat permintaan dari luar negeri, Gati menekankan agar pelaku IKM memastikan produk yang dijual berkualitas, memenuhi standar mutu halal dan memiliki packaging yang menarik. Hal itu sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam beberapa kesempatan.

“Jadi IKM harus berupaya bagaimana membuat warna, tulisan dan packaging itu menarik untuk dilihat terutama ketika masuk ke pasar ekspor. Harus terjamin kualitas dan kepastian keberlanjutan produksi,” pungkas Gati. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply