ads_hari_koperasi_indonesia_74

Implementasi ESG Di Pertamina Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Implementasi ESG Di Pertamina Untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Jakarta, hotfokus.com

Upaya Pertamina mendorong implementasi bisnis yang memberikan dampak berkelanjutan bagi aspek lingkungan, sosial dan tata kelola perusahaan mendapat dukungan penuh dari pemegang saham dan sejalan dengan kebutuhan investor global.

Sebagai salah satu bentuk tanggung jawab Perusahaan akan pelaksanaan ESG, Pertamina telah menerbitkan Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan yang dapat diakses oleh publik sejak tahun 2011. Dan untuk memperkuat komitmen tersebut, Pertamina telah meluncurkan program ESG Traction pada tahun 2020.

implementasi esg di pertamina untuk pertumbuhan berkelanjutan

Dalam momentum Pertamina Investor Day 2021 kemarin (23/6), Wakil Menteri BUMN Pahala N Masyuri menyampaikan dukungan Pemerintah atas langkah Pertamina yang secara simultan menyelaraskan bisnis dengan Environment, Social and Governance (ESG).

“Semoga semua inisiatif ini akan membuahkan hasil dalam rangka pengembalian investasi bagi shareholders dan investor Pertamina,” ucap Pahala dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/6/2021).

Pada kesempatan temu investor 2021 ini, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga menjelaskan bahwa secara bertahap dan konsisten seluruh entitas Pertamina Grup telah menerapkan program yang mendukung agenda ESG.

Di bidang lingkungan, Pertamina menyadari bahwa tantangan yang dihadapi perusahaan terkait lingkungan karena penggunaan sumber daya alam yang menimbulkan polusi dan membutuhkan pengelolaan limbah. Untuk itu, perusahaan bergerak untuk mengatasi perubahan iklim, mengurangi jejak karbon yang ada di lingkungan sebagai dampak konsumsi dan intensitas energi, serta melindungi ekosistem dan keanekaragaman hayati di setiap wilayah operasi perusahaan.

“Tahun 2020, Pertamina telah berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca sebesar 27 persen (dibandingkan 2010). Ke depan, perusahaan menargetkan peningkatan target penurunan GRK menjadi 30% pada tahun 2030 melebihi komitmen Indonesia dalam pengurangan emisi sebagaimana yang termuat dalam Paris Agreement,” ungkap Nicke Widyawati.

Lalu, dalam bidang sosial, lanjut Nicke, Pertamina terus meningkatkan dan memperkuat kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja (Health and Safety) dalam upaya mencapai zero incident di masa depan.

Sebagai BUMN, Pertamina juga diamanatkan untuk memenuhi ketahanan energi dan menyediakan akses energi secara nasional. Untuk itu, perusahaan terus melakukannya melalui sejumlah inisiatif unggulan seperti BBM Satu Harga dan implementasi One Village One Outlet (OVOO). Selain itu, di seluruh wilayah operasi, Pertamina membangun program pemberdayaan dalam rangka memperkuat hubungan baik dengan masyarakat. Perusahaan juga melakukan rekrutment dan pengembangan karyawan, termasuk membuka jalan bagi penyandang disabilitas untuk bergabung dengan perusahaan.

Terkait aspek Tata Kelola, Pertamina juga telah meluncurkan New Pertamina Clean Charter pada Juni 2020 sebagai salah satu upaya penerapan ISO 37001:2016 tentang Sistem Manajemen Anti Suap. Termasuk menghindari konflik kepentingan, tidak menoleransi suap, menjunjung tinggi manajemen profesional, kepercayaan dan integritas yang pelaksanaannya mengacu pada prinsip GCG yang kuat di seluruh organisasi.

“Kami percaya bahwa implementasi transisi Energi dan Strategi ESG secara keseluruhan akan memberikan benefit untuk kelangsungan bisnis, meningkatkan daya saing, menurunkan risiko bisnis, meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan reputasi Pertamina, dan menyediakan akses permodalan yang kompetitif,” pangkas Nicke. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply