ads_hari_koperasi_indonesia_74

Presiden Jokowi Tegaskan PPKM Mikro Masih Jadi Kebijakan Terbaik Saat Ini

Presiden Jokowi Tegaskan PPKM Mikro Masih Jadi Kebijakan Terbaik Saat Ini

Jakarta, Hotfokus.com

Presiden Joko Widodo, menegaskan bahwa saat ini kebijakan Pemberlakua Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro untuk saat ini masih menjadi kebijakan yang paling tepat untuk mengendalikan laju peningkatan kasus positif Covid-19. Sebab PPKM memungkinan kegiatan ekonomi masyarakat bisa tetap berjalan meski dalam skala terbatas.

Jokowi menyadari bahwa perpanjangan masa kebijakan PPKM sangat tergantung dengan perkembangan kasus positif. Untuk itu pemerintah akan terus memantau kurva kasus positif Covid-19 sambil terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan masyarakat yang terpapar.

“Pemerintah telah mempelajari berbagai opsi penanganan Covid-19 dengan memperhitungkan kondisi ekonomi, kondisi sosial dan politik di Indonesia dan juga pengalaman dari negara lain. Dan pemerintah telah memutuskan bahwa PPKM Mikro masih menjadi kebijakan paling tepat untuk menghentikan laju peningkatan kasus Covid-19 hingga ke tingkat desa atau akar masalah yaitu komunitas,” ujar Jokowi dalam siaran langsung secara virtual, Rabu (23/6/2021).

Jokowi menyatakan bahwa PPKM Mikro dengan Lockdwon memiliki esensi yang sama yaitu membatasi kegiatan masyarakat di tengah pandemi. Oleh sebab itu Jokowi meminta agar dua istilah ini tidak perlu dipertentangkan. Dijelaskan bahwa PPKM Mikro jika dilakukan secara masif dan dengan koordinasi yang baik diklaim bisa mengendalikan lonjakan kasus.

“Persoalannya saat ini PPKM Mikro belum dilaksanakan dengan baik di lapangan. Pelaksanaannya belum menyeluruh dan masih sporadis di beberapa tempat. Oleh karena itu saya minta para Gubernur, Bupati dan Walikota untuk meneguhkan komitmennya mempertajam penerapan PPKM Mikro,” sambung Jokowi.

Jokowi berpesan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk disiplin dalam melaksanakan 3 M yaitu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Selain itu dia juga mengajak agar semua pihak saling menguatkan gerakan 3 T yaitu testing, tracing dan treatment hingga ke tingkat desa.

“Wabah ini adalah penyakit yang nyata tidak mengenal suku, ras, status ekonomi setiap orang tidak peduli agama, asalnya dan sebagainya,” pungkas dia. (DIN

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply