ads_hari_koperasi_indonesia_74

Komitmen JICT Tingkatkan Kinerja Hingga Berantas Pungli di Pelabuhan

Komitmen JICT Tingkatkan Kinerja Hingga Berantas Pungli di Pelabuhan

Jakarta, Hotfokus.com

PT Jakarta International Container Terminal (JICT) terus berupaya membenahi sistem operasi, guna mempertahankan kinerja positif, baik kinerja operasional maupun kinerja keuangan. Sebagai informasi, JICT tahun ini mengejar arus pengiriman peti kemas sebanyak 2,1 juta TEUs, dimana pada 2020 lalu berada di angka 1,8 juta TEUs.

Wakil Presiden Direktur JICT Budi Cahyono, dalam konferensi pers secara virtual yang dilaksanakan kemarin, Rabu (16/6/2021) mengatakan, berbagai upaya dilakukan sesuai indikator performa perusahaan, salah satunya dengan menetapkan batas waktu maksimal untuk pengiriman 117 menit dan penerimaan 85 menit. Untuk realisasi di JICT saat ini, waktu pengiriman aktual adalah 109 menit dan penerimaan 72 menit, artinya masih sesuai dengan target yang ditentukan.

“Target 2,1 juta TEUs tahun ini, kami optimistis masih tercapai. Memang tahun lalu (2020) hanya 1,8 juta TEUs akibat Covid-19. Tapi kini dari triwulan I-2021 sudah banyak kapal baru merapat dengan layanan baru, sehingga target bakal direalisasikan,” ujar Budi.

Berbagai upaya juga dilakukan perseroan, salah satunya melalui digitalisasi layanan, hingga pemberantasan pungutan liar (Pungli). Budi mengungkapkan, JICT saat ini telah menggunakan sistem terintegrasi yaitu NGen. Sistem itu berfungsi untuk mempercepat proses bongkar muat peti kemas.

Sistem tersebut memungkinkan dilakukan secara remote. Dengan demikian apabila terjadi masalah dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di suatu pelabuhan, bisa didukung dari pelabuhan lain.

Selain itu, JICT, kata dia, juga telah memberlakukan sistem billing online. Dengan sistem billing online di terminal JICT, pengguna jasa tidak perlu datang ke pelabuhan karena sistem ini telah terhubung dengan layanan daring, baik melalui aplikasi Web Billing (WEBI) maupun melalui Mobile Apps berbasis android.

“Kami juga menerapkan JICT Auto Gate System (JAGS) untuk mengefektifkan penanganan peti kemas yang keluar masuk terminal menggunakan truk,” ungkap Budi.

JICT, kata dia, juga telah mengeluarkan kartu Truck Identification (TID). Saat ini 12.000 truk telah terdaftar. ‘Sistem ini secara signifikan mampu mengurangi waktu transaksi di gerbang dan waktu tunggu di area parkir,” ungkapnya.

Di luar itu, dalam upaya menciptakan produktivitas dan percepatan proses bongkar muat di JICT, tiga inisiatif telah dilakukan, yaitu penambahan tenaga operator RTGC di JICT, dari sebelumnya 38 menjadi 40 operator per shift. Penambahan dimulai pada Minggu 13 Juni 2021.

Kedua, Adjustment Deployment Manpower RTGC sesuai dengan beban kerja di lapangan. Penyesuaian deployment operator akan dimaksimalkan pada shift 2 dan 3 (malam hari), yang merupakan shift dengan beban kerja terminal sangat padat.

Ketiga, prioritas Rubber Tired Gantry Crane (RTGC) untuk melayani kegiatan di lapangan dibanding pelayanan kapal jika terjadi kepadatan. “Jadi kalau misal terjadi antrean panjang, terminal akan menghentikan untuk sementara kegiatan bongkar kapal dan alat RTGC difokuskan untuk melayani kegiatan penerimaan dan pengiriman,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply