ads_hari_koperasi_indonesia_74

Indonesia Beradu Dengan Negara “Non Muslim” Raih Pasar Produk Industri Halal

Indonesia Beradu Dengan Negara “Non Muslim” Raih Pasar Produk Industri Halal

Jakarta, Hotfokus.com

Indonesia diharuskan bersaing ketat dengan negara lain untuk dapat menggaet lebih banyak buyer global untuk produk industri halal. Anehnya Indonesia harus berebut “kue manis” tersebut dengan negara – negara yang notabene memiliki jumlah penduduk muslim minim dibandingkan Indonesia yang menjadi negara muslim terbanyak di dunia.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Gati Wibawaningsih, menjelaskan beberapa negara yang menjadi pesaing Indonesia dalam merebut pasar industri halal global adalah China, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan dan Australia. Seperti diketahui negara-negara tersebut memiliki jumlah penduduk muslim jauh lebih kecil dibandingkan Indonesia.

“Pasar industri produk halal global ini memang tak hanya dikerubuti oleh negara dengan mayoritas muslim, seperti Indonesia dan Malaysia. Berbagai perusahaan dari China, Thailand, Filipina, Jepang, Korea Selatan dan Australia juga ikut berebut memproduksi barang-barang halal,” ujar Gati dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021)

Menurut laporan dari State of Global Islamic Economic Report 2020-2021, tingkat konsumsi masyarakat muslim dunia untuk produk halal mencapai USD2,02 triliun. Jumlah ini terserap melalui sektor makanan, farmasi, kosmetik, mode, perjalanan dan media atau rekreasi halal.

Gati optimis meski harus bersaing ketat, Indonesia bakal menjadi pemain utama untuk industri halal minimal tingkat Asia. Keyakinan itu didukung oleh beragamnya produk halal Indonesia yang sudah tersertifikasi bahkan diakui ditingkat global. Salah satu yang menjadi produk halal unggulan Indonesia adalah makanan dan minuman.

Selama pandemi Covid-19, Gati menyebut bahwa kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa berlabel halal semakin meningkat. Khususnya pada permintaan makanan halal secara online yang terus mengalami peningkatan. Untuk tataran global diperkirakan transaksi atas produk makanan dan minuman halal akan mencapai USD1,38 triliun pada tahun 2024 mendatang.

“Peningkatan ini kami lihat berdasarkan data Global Islamic Economy 2021 ada permintaan yang meningkat khususnya pada makanan secara online. Konsumsi akan mencapai 1,38 dollar AS pada 2024, ini data yang berbicara,” kata dia.

Untuk memenangkan persaingan itu, pemerintah terus menggenjot pemasaran produk halal meski di tengah pandemi, salah satunya melalui ajang bergengsi berupa pameran Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) 2021. Pameran virtual in mulai dihelat kemarin, Kamis (3/6) hingga Sabtu esok (5/6). Ditargetkan dalam pelaksanaan pameran produk halal itu, nilai transaksi langsung minimal mencapai Rp3 miliar.

“Target kami adalah Rp3 miliar selama tiga hari pameran sampai tanggal 5 Juni 2021,” pungkas Gati. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply