ads_hari_koperasi_indonesia_74

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Sebesar 7,1 – 8,3 Persen

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2021 Sebesar 7,1 – 8,3 Persen

Jakarta, Hotfokus.com

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal II berada di rentang (range) 7,1 persen – 8,3 persen year on year (yoy). Dengan catatan apabila kasus covid-19 tidak mengalami peningkatan yang signifikan hingga Juni 2021.

Dijelaskan bahwa optimisme ini didasarkan pada beberapa indikator pembentuk ekonomi yang juga mengalami perbaikan. Konsumsi rumah tangga diklaim terus mengalami kenaikan seiring dengan adanya momentum puasa dan lebaran. Kemudian juga dipengaruhi oleh konsumsi pemerintah yang tumbuh tinggi seiring dengan pelaksanaan program PEN (pemulihan ekonomi nasional) serta aktifitas pelayanan publik yang mulai normal.

Lalu, lanjut Sri Mulyani, investasi juga mengalami rebound sangat kuat yang ditopang oleh ekspansi usaha dari dunia usaha serta kelanjutan proyek infrastruktur pemerintah. Untuk nett ekspor – impor juga diyakini akan melanjutkan tren surplus seiring dengan kenaikan harga komoditas serta kenaikan permintaan global.

“Kami tetap gunakan range untuk kinerja kuartal II 2021 karena kita masih dihadapkan pada ketidakpastian. Memang April sangat kuat, lalu Mei kita masih bertahan dan kita harap kalau Covid-19 tidak meningkat tajam maka jadi momentum mobilitas dan momentum pemulihan akan terus berjalan dan kemudian kita bisa dapatkan outlook dari proyeksi kita di level 7,1 – 8,3 persen,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN KiTA secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Sementara itu untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan di tahun 2021, pemerintah tetap menargetkan di level 4,5 persen – 5,3 persen. Proyeksi ini didasarkan pada perkiraan kenaikan konsumsi rumah tangga yang akan tumbuh 3,7 – 4,3 persen. Lalu konsumsi pemerintah diperkirakan akan menembua level 4,3 – 5,4 persen.

Selanjutnya untuk investasi diyakini akan tumbuh 5,7 – 7 persen. Sementara pertumbuhan ekspor diperkirakan di level 7,3 – 11,5 persen. Kemudian untuk impor akan naik 8,6 – 14,2 persen. Sri Mulyani menambahkan bahwa angka proyeksi pertumbuhan ekonomi secara full year tahun 2021 tersebut sejalan dengan prediksi dari lembaga survei Internasional seperti World Bank, IMF, ADB, OECD.

“Range dari outlook kita di 2021 ini sejalan dengan proyeksi berbagai institusi yang juga mengamati ekonomi Indonesia namun kita lebih optimis. Di tahun 2022 kita perkirakan di level 5,2-5,8 persen sementara konsensus dari lembaga survei itu di level 5,6 persen,” pungkas dia. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply