ads_hari_koperasi_indonesia_74

Proyek Stasiun Pompa Ancol – Sentiong Bakal Bantu Kurangi Banjir di Tiga Kecamatan

Proyek Stasiun Pompa Ancol – Sentiong Bakal Bantu Kurangi Banjir di Tiga Kecamatan

Jakarta, Hotfokus.com

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) – PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) KSO terus berupaya melakukan percepatan pembangunan stasiun Pompa Ancol – Sentiong di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara ini untuk membantu mengurangi risiko banjir saat musim hujan tiba. Proyek yang didanai dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp437,6 miliar menggunakan sistem kontrak tahun jamak.

Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Andri Rahmanto Wibowo, menyatakan bahwa kemajuan fisik dari proyek ini memang masih sangat kecil yaitu baru 3,9 persen. Hal itu karena banyak kerabat yang berhubungan dengan banyaknya jaringan kabel milik PT Telkom Indonesia (Persero) (TLKM), jaringan pipa gas atau pipa PDAM, jaringan kabel listrik tegangan tinggi milik PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bawah tanah yang perlu direlokasi terlebih dahulu dahulu.

Dikatakan untuk merelokasi seluruh utilitas di bawah tanah tersebut tidak mudah sebab berbagai ancaman yang menimbulkan kecelakaan pekerja sangat besar. Oleh sebab itu perlu dilakukan secara hati-hati dengan penundaan waktu yang relatif lebih lama.

“Kita terus berkoordinasi dengan beberapa perusahaan dan pemilik jaringan utilitas dalam melakukan relokasi. Kita harus lakukan dengan sangat hati-hati jangan sampai struktur kita tidak kuat,” kata Andri dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Dijelaskan Andri untuk proyek ini target rampung pada tahun 2022 mendatang. Dengan adanya stasiun pompa ini maka ancaman banjir di tiga kecamatan di wilayah Jakarta Utara yaitu Kecamatan Pandemangan, Kebayoran dan Tanjung Priok seluas 1.000 ha bisa diminimalisir. Selama ini air hujan atau kiriman udara dari wilayah Bogor – Depok tidak bisa langsung mengalir ke Laut Jawa lantaran muka air laut lebih tinggi dari daratan akibat penurunan permukaan tanah.

“Pembangunan stasiun pompa air ini bisa memompa air dengan kapasitas 50 meter kubik perdetik. Diharapkan dengan pompa air ini bisa kurangi risiko banjir,” pungkas Andri.

Sementara itu Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, menuturkan pengendalian banjir di wilayah Jakarta dilakukan bukan pada saat banjir saja melainkan di musim kering juga tetap tetap. Strategi pengendalian banjir mulai dari hulu, tengah hingga hilir.

Kementerian PUPR telah membangun dua bendungan kering yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Diharapkan pada bulan Juli-Agustus 2021 ini bisa selesai. Sementara untuk di tengah dilakukan normalisasi sungai sepanjang 33 km. Kini proyek normalisasi sudah mencapai 17 km.

“Ini bekerjasama dengan Pemprov DKI, pada tahun ini 1,2 km akan dikerjakan. Dan di hilir dilakukan pembangunan Pompa Ancol Sentiong untuk alirkan udara ke laut sebab ada penurunan tanah sehingga udara tidak bisa mengalir secara arus kita dorong dengan pompa ini,” imbuh Endra .

Metode pengendalian banjir Pompa Sentiong dilakukan dengan memompa air Kali Sentiong ketika elevasinya tinggi dan mengalirkannya kembali ke Teluk Jakarta. Adapun fungsi Pompa Ancol-Sentiong digunakan untuk penanganan yang sifatnya darurat, misalnya dilakukan pada underpass Kemayoran yang sempat tergenang pada awal tahun 2020.

“Kasus seperti itu kita tangani dengan pompa-pompa dan mudah mudahan di tahun 2021 ini tidak ada genangan lagi,” pungkas Endra. (DIN / RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply