ads_hari_koperasi_indonesia_74

Insentif Pembebasan PPnBM Bakal Picu Peningkatan Penjualan Mobil

Insentif Pembebasan PPnBM Bakal Picu Peningkatan Penjualan Mobil

Jakarta, Hotfokus.com

Menteri Perdagangan, Muhammad Luthfi, menegaskan pemberian insentif berupa pembebasan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk produk otomotif mulai 1 Maret 2021 adalah strategi pemerintah untuk menyelamatkan industri otomotif nasional. Selain itu juga dalam rangka mencegah terjadinya penambahan jumlah pengangguran.

Dikatakan bahwa pemberian insentif ini akan meningkatkan penjualan mobil di dalam negeri. Namun hal itu perlu dibantu juga dengan penjualan produk otomotif ke luar negeri (ekspor). Perpaduan antara penjualan di pasar domestik dan ekspor ini akan menjadi kunci utama penyelamatan industri otomotif.

Dijelaskan lutfi bahwa selama masa pandemi di tahun 2020 lalu penjualan mobil hanya sekitar 550 ribu unit saja. Akibatnya stok mobil di pabrik-pabrik produsen otomotif menumpuk. Oleh sebab itu dengan pembebasan pajak untuk mobil baru di bawah 1.500 cc dan dengan tingkat kandungan lokal 70 persen menjadi solusi jitu agar stok mobil di pabrik bisa berkurang.

“Industri otomotif itu banyak mempekerjakan tenaga kerja  hampir 1,5 juta orang secara langsung belum yang indirectnya. Kalau nggak diberikan insentif mereka akan tutup pabriknya, makanya kita berupaya agar stok mobil itu bisa dikurangi melalui insentif. Kalau stok abis mereka akan berproduksi dan ekspansi sehingga pekerja tetep jalan,” kata M. Luthfi dalam konferensi pers virtual, Kamis (25/2/2021).

Selain mendorong konsumsi atau belanja domestik, Luthfi menjelaskan sedang melobi beberapa negara seperti ke Australia dan Afrika Utara untuk biss menerima produk otomotif nasional. Diharapkan dengan upaya membuka pasar ekspor untuk produk otomotif ini bisa mereaktifasi kembali gairah produsen otomotif nasional.

“Kita akan bicara dengan prinsipal perusahaan otomotif Jepang bahwa Indonesia bisa ekspor ke Australia. Dari ini kita berharap agar mereka (investor otomotif dari Jepang) bisa bertahan di Indonesia,” pungkasnya. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *