ads_hari_koperasi_indonesia_74

PLTS Jadi Andalan Pemerintah Capai Bauran EBT 23 Persen Di 2025

PLTS Jadi Andalan Pemerintah Capai Bauran EBT 23 Persen Di 2025

Jakarta, Hotfokus.com

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) disebut menjadi andalan Indonesia untuk mencapai bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) 23 persen di 2025. Selain potensi energi surya di Indonesia bisa mencapai 207,8 Giga Watt (GW), optimalisasi pembangunan PLTA terapung juga bisa dilakukan, dengan memanfaatkan waduk atau bendungan yang sudah tersedia.

Hal itu disampaikan oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana dalam agenda Central Java Solar Day 2021′, Selasa (16/2/2021).

Sebagaimana diketahui, darintarget bauran EBT 23 persen, pemerintah sampai dengan 2020 baru bisa mencapai separuhnya yakni 11,5 persen.

Menurut Dadan Kusdiana, salah satu upaya mempercepat pencapaian bauran energi tersebut yakni melalui pemasangan PLTS.

“Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga 2020 telah terpasang 153,5 Mega Watt (MW) PLTS di dalam negeri, dari potensi energi Surya yang ada 207,8 Giga Watt (GW),” ungkapnya.

Di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang tengah disusun saat ini, potensi PLTS terapung di Jawa, dari waduk, danau, dan bendungan mencapai 1.900 Mega Watt (MW).

“Yang saat ini berjalan contohnya PLTS Terapung Cirata, angkanya cukup baik, dari sisi harga masuk di bawah BPP-nya pembangkitan Jawa,” ungkapnya.

Menurutnya, PLTS terapung akan lebih baik lagi jika dikombinasikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA bisa digunakan pada saat beban puncak, sehingga tidak dipakai 24 jam karena ketersediaan air terbatas.

“Tidak perlu ada pembebasan lahan dan kita bisa main dalam kapasitas-kapasitas besar,” jelasnya.

Selain itu, sambungnya, pemerintah juga akan mendorong konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) ke PLTS. Dadan mengungkap tahun ini sekitar 200 MW PLTD akan dikonversi menjadi PLTS.

“Kami kalau melihat ke Timur di pulau-pulau kecil yang masih berbasis PLTD untuk penyediaan listrik, rencana tahun ini 200-an mega watt (MW) yang pada umumnya nanti PLTS plus baterai,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply