ads_hari_koperasi_indonesia_74

Pemerintah Yakini Tak Akan Ada Korupsi di Lembaga SWF

Pemerintah Yakini Tak Akan Ada Korupsi di Lembaga SWF

Jakarta, Hotfokus.com

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan institusi Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Soverign Wealth Fund (SWF) yang bebas dari korupsi. Diyakini pemerintah bakal memastikan orang-orang yang menjadi Board of Director (BoD) tidak akan menyalahgunakan wewenangnya dan bisa bekerja profesional untuk membantu pemerintah dalam mengerjakan berbagai proyek strategis dengan dana-dana yang dikelolanya.

Bahkan Sri Mulyani optimis Indonesia Investment Authority (INA) ini tidak akan bernasib seperti lembaga SWF milik negeri Jiran bernama The 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Diketahui bahwa 1MDB diduga terlibat skandal yang dinilai merugikan negaranya lebih dari Rp100 triliun. Kasus megakorupsi itu melibatkan mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak.

Untuk menjamin bahwa SWF Indonesia bersih dari praktik kotor itu, pemerintah yang diwakili oleh dewan pengawas akan aktif melakukan crosscheck terhadap segala keputusan strategis terkait pendanaan suatu proyek. Sri Mulyani yang juga menjadi Ketua Dewan Pengawas LPI berjanji akan aktif melakukan koordinasi sehingga tercipta tata kelola yang baik dan kuat di tubuh LPI.

“Kita akan lakukan check and balance dalam melaksanakan desicion proses baik di tingkat dewan pengawas atau di BoD. Kita harap dengan ikhtiyar maksimal dan baik kita akan jaga SWF ini menjadi institusi yang baik dan punya tata kelola yang kuat,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Selasa (16/2/2021).

Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng DPR ataupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta institusi lainnya untuk ikut serta mengawasi gerak dari lembaga yang baru saja dibentuk itu. Dengan melibatkan berbagai pihak diharapkan asas transparansi bisa tercipta dengan baik dan bisa mendorong tingkat kepercayaan investor.

“Presiden juga menekankan akan memberikan dukungan sepenenuhnya secara politis dan juga kita akan meminta lembaga – lembaga negara seperti DPR BPK dan lembaga lain untuk ikut mendukung dan menjaga SWF ini,” sambungnya.

Di sisi internal, Sri Mulyani mengklaim bahwa orang-orang yang ditunjuk oleh panitia seleksi untuk duduk di kursi direktur ataupun dewan pengawas adalah orang-orang terpilih yang memiliki reputasi dan integritas yang kuat. Oleh sebab itu dia percaya bahwa orang-orang tersebut tidak akan menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi atau golongan.

“Orang-orang yang ditunjuk adalah profesional dan memiliki reputasi internasional dan sekaligus komitmen serta integritas yang tidak bisa dikompromikan. Dari awal rekrutmen kita titik beratkan untuk mencari orang yang menjanjikan dan memberikan keseluruhan reputasinya,” pungkas Sri Mulyani. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply