ads_hari_koperasi_indonesia_74

Minyak Dunia Naik Terus, Pertamina Diminta Tak Buru-Buru Naikkan Harga BBM

Minyak Dunia Naik Terus, Pertamina Diminta Tak Buru-Buru Naikkan Harga BBM

Jakarta, hotfokus.com

Harga minyak dunia terus bergerak menguat, paska OPEC + memutuskan untuk mengurangi pasokan produksi minyak mereka. Sejalan dengan itu, cuaca dingin yang terjadi di Eropa, serta adanya konflik di Timur Tengah, ikut mendongkrak harga minyak tersebut.

Faktor demand jadi satu-satunya faktor yang menahan laju penguatan minyak tersebut, menyusul masih terjadinya pembatasan di sejumlah negara, disamping juga ketakutan akan munculnya wabah baru, membuat permintaan bahan bakar menjadi susut.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengatakan, meskipun harga minyak dunia saat ini, baik Brent maupun WTI sudah di angka lebih dari USD60 per Barel, namun ia berharap Pertamina tidak buru-buru menaikkan harga BBM di Indonesia, karena situasi pandemi saat ini masih membuat daya beli masyarakat terpukul.

“Saya kira harga BBM dalam negeri non subsidi seperti Pertalite akan sama, tidak mengalami perubahan karena ini sebagai upaya agar disparitas harga dengan premium tidak terlalu tinggi. Sementara untuk Pertamax series, saya belum akan mengalami kenaikan, karena sejauh ini Pertamina belum pernah melakukan penurunan harga pada saat harga minyak rendah di 2020,” ujar Mamit kepada Hotfokus.com, Selasa (16/2/2021).

Diakui Mamit, kenaikan harga minyak dunia akan membuat beban Pertamina semakin tinggi, karena hal itu akan menimbulkan kenaikan biaya pokok produksi. Namun demikian, ia berharap agar kenaikan harga BBM bisa ditunda, agar perekonomian bisa membaik.

“Mudah-mudahan saja Pertamina masih tetap bertahan dengan harga saat ini, sehingga ditengah situasi pandemi saat ini tidak perlu ada kenaikan harga BBM agar bisa membantu masyarakat,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pagi ini minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 11 sen, atau 0,2 persen, menjadi USD63,41 per barel pada pukul 08.44 WIB, setelah melejit ke level tertinggi sejak Januari 2020 di sesi sebelumnya, demikian dikutip dari laporan Reuters, di Singapura, Selasa (16/2/2021).

Sementara, patokan Amerika, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 62 sen, atau sekitar 1 persen, menjadi USD60,09 per barel. Tidak ada settlement WTI pada sesi Senin karena hari libur federal di Amerika. Harga akan ditetapkan pada penutupan perdagangan Selasa. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply