ads_hari_koperasi_indonesia_74

Triwulan IV 2020 Utang Pemerintah Naik, Swasta Turun

Triwulan IV 2020 Utang Pemerintah Naik, Swasta Turun

Jakarta, Hotfokus.com

Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 sebesar USD417,5 miliar. Jumlah utang ini terdiri dari ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, ULN ttersebut naik sebesar 3,5 persen (yoy). Namun jika dibandingkan menurun triwulan sebelumnya turun sebesar 3,9 persen (yoy). Perlambatan ULN tersebut terutama disebabkan perlambatan pertumbuhan ULN swasta. Untuk ULN pemerintah tumbuh meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Pada triwulan IV 2020, ULN pemerintah tercatat sebesar USD206,4 miliar atau tumbuh 3,3 persen (yoy) dan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan triwulan III 2020 sebesar 1,6 persen (yoy),” ulas Erwin dalam keteraketenangannya, Senin (15/2/2021).

Dijelaskan Erwin bahwa perkembangan ULN pemerintah ini didukung oleh terjaganya kepercayaan investor sehingga mendorong masuknya aliran modal asing di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu adanya penarikan sebagian komitmen pinjaman luar negeri untuk mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“ULN pemerintah tetap dikelola secara hati-hati, kredibel, dan akuntabel untuk mendukung belanja prioritas, yang diantaranya mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,9 persen dari total ULN Pemerintah), sektor konstruksi (16,7 persen), sektor jasa pendidikan (16,7 persen), dan sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (11,9 persen), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,1 persen),” ulasnya.

Sementara itu ULN swasta tumbuh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan ULN swasta pada akhir triwulan IV 2020 tercatat 3,8 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 6,2 persen (yoy). Perkembangan ini didorong oleh melambatnya pertumbuhan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (PBLK) serta kontraksi pertumbuhan ULN lembaga keuangan (LK) yang lebih dalam.

“Pada akhir triwulan IV 2020, ULN PBLK tumbuh sebesar 6,4 persen (yoy) atau melambat dari pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 8,4 persen (yoy). Selain itu, kontraksi ULN LK tercatat sebesar 4, persen (yoy), lebih besar dari kontraksi pada triwulan sebelumnya yang tercatat 0,9 persen (yoy),” imbuh Erwin.

Berdasarkan sektornya, ULN terbesar dengan pangsa mencapai 77,1% dari total ULN swasta bersumber dari sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin (LGA), sektor industri pengolahan, dan sektor pertambangan dan penggalian.

Ditegaskan Erwin bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat yang didukung penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Struktur ULN yang sehat tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir triwulan IV 2020 yang tetap terjaga di kisaran 39,4 persen, meskipun meningkat dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya sebesar 38,1 persen.

Struktur ULN Indonesia yang tetap sehat juga tercermin dari besarnya pangsa ULN berjangka panjang yang mencapai 89,1 persen dari total ULN. Dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, Bank Indonesia dan Pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN, didukung dengan penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,”pungkasnya. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply