ads_hari_koperasi_indonesia_74

Pemerintah Siap Fasilitasi Pengembangan Usaha UMKM Nasional

Pemerintah Siap Fasilitasi Pengembangan Usaha UMKM Nasional

Jakarta, hotfokus.com

Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong pertumbuhan UMKM nasional melalui berbagai program. Seperti dukungan kemudahan mendapatkan akses permodalan, pelatihan peningkatan SDM dan produk, pelatihan marketing hingga kemudahan mendapatkan sertifikasi produk atau izin usaha.

Hal itu disampaikan Nasrun Siagian selaku Asisten Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM dalam Diskusi Publik Kewirausahaan Permodalan, Permasalahan dan Solusi Bagi UMKM di Smesco Indonesia, Kamis (5/3). Menurutnya Kementerian Koperasi dan UKM mengemban tugas yang cukup berat dari Presiden Joko Widodo untuk mendorong UMKM naik kelas. Dengan begitu diharapkan share PDB dari sektor ini diharapkan terus meningkat.

Oleh sebab itu dalam rangka melaksanakan tugas itu, pihaknya aktif melakukan roadshow ke berbagai wilayah di Indonesia untuk melatih sebanyak mungkin pelaku UMKM agar usahanya lebih maju. Dijelaskannya sektor UMKM adalah sektor yang paling tahan terhadap gejolak global ataupun domestik, sehingga keberadaannya harus terus didukung.

“Jadi usulkan aja pelatihan yang dibutuhkan bapak – ibu seperti apa, tapi harus dalam perkumpulan usulannya, dan harus sudah ada usaha yang dilakikan. Apakah vokasi atau packaging atau pendanaan dan marketing, kita semua ada programnya,” kata Nasrun.

Dia menambahkan kesalahan mendasar yang kerap dilakukan oleh pelaku UMKM adalah mencampuradukkan keuangan untuk urusan rumah tangga dengan keuangan dari usaha yang dilakukannya. Mayoritas pelaku UMKM tidak melakukan pencatatan secara detail dsn terperinci arus keluar masuk uang dalam usahanya. Parahnya lagi sebagian uang hasil usaha langsung dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Padahal, lanjut Nasrun, usaha yang benar harus ada pemisahan pembukuan agar bisa terlihat apakah usaha yang digeluti oleh UMKM itu menghasilkan keuntungan atau justru sebaliknya. Karenanya untuk melatih dasar-dasar pembukuan dalam usaha, Kementeriannya juga siap memfasilitasi pelatihan pembukuan sederhana melalui aplikasi Lamikro.

“Kita juga ada pelatihan Lamikro secara digital, jadi kalau anda punya smartphone kita bisa lihat keuntungan dari usaha kita melalui aplikasi ini,” pungkas dia.

Sementara itu di tempat yang sama CEO dan Founder SUNCHILA, Dwi Afrilina, mengatakan sebagai pelaku usaha penyedia berbagai macam barang untuk masyarakat di Indonesia berbasis digital menekankan pentingnya melakukan marketing secara online. Dengan begitu pasar akan semakin luas dan terbuka lebar sehingga potensi penjualan produkpun bakal meningkat.

Terkait potensi pasar di tanah air, dia menjelaskan pasar E-Commerce di Indonesia cukup menarik, berdasarkan data sensus dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, industri E-Commerce  Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir meningkat hingga tujuh belas persen dengan total jumlah usaha E-Commerce mencapai 26,2 juta unit. Dan pada tahun 2018, E-Commerce di Indonesia tercatat mengalami pertumbuhan yang pesat, dan diperkirakan akan terus meningkat seiring berkembangnya jumlah pengusaha dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Berdasarkan data tersebut, menurut saya Indonesia ini memiliki peluang yang sangat besar untuk berkembang dan maju dalam dunia E-Commerce. Tidak heran, banyak investor dari luar yang mencari peluang untuk memberikan investasi untuk beberapa perusahaan E-Commerce di Indonesia. Karena mereka sudah melihat, betapa menariknya perkembangan dan prospek dunia E-Commerce di Indonesia. Apalagi dengan seiring berkembangnya teknologi yang semakin maju, yang membuat masyarakat kini hidup menjadi lebih mudah dan efisien, dan juga persiapan kita dalam menghadapi “Revolusi Industri Ke-Empat”. Hal ini menjadikan peluang E-Commerce untuk maju semakin terbuka lebar,” katanya.

Menanggapi persaingan industri E Commerce, dia menjelaskan persaingannya cukup ketat, karena E-Commerce di Indonesia sudah meluas. SUNCHILA yang merupakan pendatang baru di dunia E-Commerce sudah siap dalam menghadapi persaingan di industri ini.

“Dengan strategi-strategi bisnis yang sudah di susun, kami sudah mempersiapkan dan memikirkan “masa depan” SUNCHILA untuk beberapa tahun kedepan. Dengan tujuan SUNCHILA akan bertahan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan sampai kapanpun,” pungkasnya. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply