ads_hari_koperasi_indonesia_74

BNPB Sebut Longsor Akibat Gempa di Garut Tak Ada Korban

BNPB Sebut Longsor Akibat Gempa di Garut Tak Ada Korban

Jakarta, Hotfokus.com

Viralnya berita di media sosial terkait longsornya tebing di Garut Jawa Barat dibenarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Longsornya tebing setinggi 14 meter dan Panjang 45 meter terjadi sebagai dampak dari gempa bermagnitudo 4,9 SR tadi pagi, Jumat (21/2) pada 07.57 WIB.

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB mengatakan akibat gempa tebing yang berada di wilayah Palasari Cijolang, Limbangan, Garut ambrol. Tebing yang longsor mengarah pada tepi jalan raya di sekitar jalan raya Limbangan – Nagreg. Sementara ini pihak kepolisian menutup longsoran dengan plastic dan terpa gulung.

Agus menambahkan berbagai pihak, seperti BPBD, TNI, Polri, Satpol PP dan warga setempat, melakukan penanganan darurat pascagempa. Pihak BPBD menyebutkan tidak ada korban jiwa dan luka akibat peristiwa ini. Gempa dirasakan warga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“BMKG menyebutkan dalam rilis (21/2) bahwa masyarakat Garut dan sekitarnya merasakan guncangan gempa. Mereka yang berada di Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran merasakan gempa dengan intensitas II – III MMI dan masyarakat di Sukabumi III MMI,” kata Agus di Jakarta, Jumat (21/2).

MMI atau Modified Mercalli Intensity merupakan skala untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala pada II MMI menjelaskan bahwa getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang, sedangkan III MMI yaitu getaran dirasakan nyata dalam rumah; terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.

“Sehubungan dengan kejadian tersebut, masyarakat diimbau untuk tenang dan tidak terpengaruh terhadap isu hoaks. Masyarakat dapat mengakses informasi kegempaan dari institusi resmi BMKG maupun informasi kesiapsiagaan dari BNPB dan BPBD,” kata dia. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply