ads_hari_koperasi_indonesia_74

ICE 2020 Bakal Jadi Ajang Promosi Strategis Produk Kopi Nasional

ICE 2020 Bakal Jadi Ajang Promosi Strategis Produk Kopi Nasional

Jakarta, Hotfokus.com

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) mendukung pengembangan usaha sektor perkopian. Salah satu bentuk dukungan pemerintah yaitu dengan memfasilitasi para pelaku industri kopi skala kecil menengah untuk mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan hak merk, pelatihan atau peningkatan SDM hingga pendanaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau kredit ultramikro (UMi).

Deputi Bidang Promosi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM, Victoria Br. Simanungkalit, mengatakan bahwa tren konsumsi kopi di dalam negeri saat ini tumbuh cukup positif. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya produksi kopi dan juga perubahan gaya hidup khususnya kaum millenial terhadap produk kopi. Menjamurnya coffee shop yang didesain khusus menjadikan kedai kopi menjadi tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu.

“Tahun 2020 bisnis kedai kopi diperkirakan meningkat seiring dengan naiknya konsumsi domestik sekitar 13,9 persen menjadi 294.000 ton. Tahun depan (2021) kita perkirakan jumlah (konsumsi) akan naik lagi menjadi 370.000,” ulas Victoria saat membuka Indonesia Coffee events (ICE) 2020 di Main Hall, Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (12/2).

Meski begitu, Viki sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa konsumsi kopi perkapita domestik sekitar 1 kilogram (Kg) atau masih kalah jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Vietnam sendiri rata-rata konsumsi kopi perkapita mencapai 1,5 kg dan Brazil 6,5 kg perkapita.

Oleh sebab itu dengan semakin masifnya promosi dan event-event berskala nasional ataupun internasional diharapkan konsumsi kopi domestik akan terus meningkat. Salah satunya melalui event ICE 2020 tersebut, Viki berharap dapat mendorong UMKM di sektor kopi akan naik kelas.

“Ini (ICE 2020) gagasan dari komunitas bagaimana upaya kita bersama mengangkat pelaku kopi di Indonesia melalui event ini. Nanti juaranya akan dikirim ke kancah global, kita ingin angkat barista dan pelaku kopi di Indonesia naik kelas,” pungkas Viki.

Di tempat yang sama Ketua Asosiasi Kopi Speciality Indonesia, Syafrudin, menambahkan bahwa pelaksanaan ICE 2020 ini adalah yang kelima kalinya sejak 2015. Dari event ini nantinya akan dicari paracik kopi atau barista terbaik yang selanjutnya akan diikutsertakan dalam perlombaan tingkat dunia sebagai wakil dari Indonesia. Mengacu pada pelaksanaan sebelumnya, ICE 2020 diyakini akan sukses meningkatkan brand image kopi Indonesia di kancah internasional. Dengan begitu citra kopi nasional akan terangkat sehingga potensi meningkatkan penjualan kopi juga akan meningkat.

“Kita biasanya adakan di dua region Timur dan Barat dan kita temukan di Jakarta, tapi tahun ini ICE 2020 kita satukan di sini (Jakarta) agar lebih simpel dan untuk mengurangi biaya dari peserta juga untuk konsentrasi biar nggak terpecah-pecah,” ujar Syafrudin. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply