Ridwan Kamil Dinilai Sukses Bangun Bandung

Ridwan Kamil Dinilai Sukses Bangun Bandung

NAIROBI — Direktur Eksekutif UN-Habitat Assembly, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk permukiman, Dato Maimunah Mohd Sharif, mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Dato Maimunah Mohd Sharif menyampaikan apresiasi di Nairobi, Kenya, Afrika Timur. Dia menilai Ridwan Kamil merupakan sosok pemimpin yang berhasil membangun perkotaan saat ia menjadi Walikota Bandung.

Dalam rilis, Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Setda Jabar Hermansyah, Selasa (28/5), menuturkan bahwa apresiasi disampaikan langsung kepada Ridwan Kamil usai Gubernur Jabar itu menjadi pembicara utama dalam Sidang PBB untuk Permukiman, Senin (27/5).

Sebelum pembukaan Sidang PBB untuk permukiman dimulai, Maimunah mengatakan, pengalaman Emil dalam membangun kota sangat penting untuk dibagi ke negara-negara anggota UN-Habitat. Oleh karena itulah, Emil dianggap penting dalam pertemuan tersebut dan menjadi pembicara utama dalam sidang UN-Habitat.

Maimunah sedikit menyinggung berbagai terobosan yang dilakukan Emil, sehingga menarik perhatian UN-Habitat. Di antaranya kepemimpinan Ridwan Kamil yang mengubah masyarakat dari power ke empower, melalui upaya menumbuhkan kepercayaan dengan membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah dengan masyarakat.

Selain itu, Ridwan Kamil juga mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan kecepatan pelayanan pemerintah. Pendekatan pembangunan tidak lagi sekadar membangun fisik infrastruktur, tetapi juga ke arah nonfisik atau mental, dengan menumbuhkan indeks kebahagiaan masyarakat dengan memakai pendekatan lunak (soft approach).

Dengan berbagai keberhasilan itu, Maimunah mengatakan, pihaknya ingin belajar ke Emil tentang bagaimana menata kota. Ia pun menugaskan koleganya untuk berhubungan dengan Emil perihal kerja sama tersebut.

Emil mengucapkan terima kasih atas apresiasi UN-Habitat yang memberi kehormatan kepadanya menjadi keynote speaker di salah satu sidang bergengsi di PBB. Apalagi sidang UN-Habitat adalah yang pertama kali digelar dengan diikuti 193 negara anggota.

Emil mengatakan, dengan latar belakang sebagai arsitek dan perencana kota, ia bersyukur memiliki kesempatan untuk membuat perubahan yang lebih luas, dari wali kota menjadi Gubernur Jawa Barat. Ia mengakui melakukan perubahan itu tidak mudah. Penolakan melalui unjuk rasa warga menjadi tantangan baginya untuk membuat perubahan di Kota Bandung.

Beberapa program yang sudah ia jalankan dan berhasil di Kota Bandung adalah mengubah ruang-ruang negatif menjadi ruang positif. Misalnya, Cihampelas Skywalk (Ciwalk) sebagai ruang publik, bukan hanya untuk nongkrong tetapi juga membuat mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi. Proyek-proyek tersebut disebutnya sebagai proyek kebahagiaan. Emil menyebut, dengan proyek tersebut, kebahagiaan warga Bandung meningkat.

“Kebahagaiaan meningkat dari 60 hingga 70 persen,” kata Emil. Setelah pembicaraan singkat, Maimunah dan Emil melakukan foto bersama. Dalam kesempatan itu, Emil menyerahkan cinderamata berupa kain batik yang didesain sendiri olehnya. Kain batik tersebut memiliki motif Garuda Kencana dan terdapat tulisan RK. (kn/acb)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply