ads_hari_koperasi_indonesia_74

PBNU : Pemindahan Makam Karena Pilihan Politik Usik Kemanusiaan

PBNU : Pemindahan Makam Karena Pilihan Politik Usik Kemanusiaan
JAKARTA — Kabar kontoversial pemindahan dua kuburan di Gorontalo karena perbedaan dukungan politik, sontak jadi perbincangan publik. Tak urung Ketua PBNU Robikin Emhas ikut angkat bicara.
Menurut Robikin, peristiwa di Desa Toto Selatan Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo itu mengoyak rasa kemanusiaan. Peristiwa itu pun menggambarkan kesalahan pemahaman terhadap politik, dengan menghalalkan segala cara untuk hasrat-hasrat politik di tengah masyarakat.
“Politik yang seharusnya menjadi sarana untuk meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan justru mematikan rasa kemanusiaan itu sendiri,” kata Robikin di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Minggu (13/1/18), seperti dilansir dari NU Online.
Menurutnya, perisitiwa tersebut dapat merusak kohesivitas sosial dan harmoni masyarakat. Ujungnya, ketahanan sosial dan persatuan serta kesatuan bangsa menjadi taruhannya.
“Semoga peristiwa memilukan pemindahan kuburan akibat beda pilihan politik di Gorontalo menjadi satu-satunya kejadian dan tak terulang di kemudian hari. Toh, politik adalah sarana pemanusiaan manusia,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, dua kuburan di Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dipindahkan keluarga. Pemilik tanah kuburan yang masih punya ikatan keluarga dengan almarhum, meminta keluarga memindahkan kuburan karena berbeda pilihan calon legislatif (caleg).
Kuburan yang dipindahkan adalah kuburan almarhum Masri Dunggio, yang sudah dimakamkan 26 tahun lalu, dan almarhumah Sitti Aisya Hamzah, yang baru setahun dimakamkan di halaman belakang milik warga bernama Awono. (kn/acb)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *