ads_hari_koperasi_indonesia_74

Program LTSHE Harus Tuntas Sebelum Pemilu Digelar

Program LTSHE Harus  Tuntas  Sebelum Pemilu Digelar
JAKARTA — Masyarakat di daerah yg belum teraliri listrik sejak negeri ini merdeka , harus segera dibahagiakan dengan program Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).
“Sangatlah menyedihkan sekali sejak bangsa ini merdeka masih ada masyarakat yang belum menikmati penerangan  listrik,” ujar Pengamat Energi Sofyano Zakaria di Jakarta Rabu (9/1/2019).
Untuk mewujudkan energi yang berkeadilan, Kementerian ESDM menargetkan pemasangan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) atau Home Solar System di 175.000 rumah yang tersebar di wilayah terisolir/terluar/terdalam (3T) di seluruh Indonesia selama 2018 .

Hal itu sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo untuk memberikan penerangan kepada masyarakat yang belum terjangkau layanan kelistrikan PLN.

Kementerian ESDM telah memasang LTSHE untuk 85.000 rumah pada tahun 2017. Kemudian dilanjutkan pada tahun 2018  dengan memasang untuk 175 .000 rumah. Ditargetkan pada tahun 2019 sekitar 125.000 rumah.

Program ini merupakan wujud energi berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan program ini seluruh rakyat diharapkan bisa menikmati aliran listrik.

LTSHE merupakan program pemerintah untuk menerangi desa-desa yang minim prasarana listrik. Saat ini desa yang dimaksud berjumlah lebih dari 2.500 desa di seluruh Indonesia.
“Karenanya Pemerintah saat ini harus mewujudkan itu,”tegas Sofyano yang juga Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi).
Menurut Sofyano, dana program corporate social responsibility ( CSR ) Badan Usaha Milik Negara (BUMN)   dan perusahaan swasta nasional harusnya bisa dikerahkan untuk membantu segera terwujudnya LTSHE.
“BUMN  besar harusnya peka terdahap hal ini dengan menyumbang program LTSHE.
Pemerintah akan mendapat ridho Allah jika mampu membahagiaakan rakyat di pedalaman dengan program LTSHE,”tegas Sofyano.
Sofyano menegaskan, BUMN seperti Pertamina, BRI , Bank Mandiri, Perusahaan Gas Negara (PGN) dan BUMN lainnya harusnya segera berinisiatif membantu pemerintah mewujudkan program LTSHE sesegera mungkin karena ini untuk berbagi kebahagiaan bagi rakyat.
Yang terbaru, Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membagikan sebanyak 2.111 unit Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada masyarakat di 16 desa di lima kabupaten di Bengkulu.
Inspektur Jenderal ESDM, Akhmad Syakhroza Senin (7/1/2019) mengatakan, program pemasangan LTSHE merupakan program dari Pemerintah Pusat untuk memberikan akses penerangan kepada masyarakat yang berada di wilayah 3T (Terpencil, Tertinggal dan Terluar).
Ini juga merupakan bagian dari program ESDM di 2018 yang menyasar 16 provinsi untuk 172.996 unit LTSHE “Pemanfaatan APBN harus dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama lapisan menengah ke bawah. LTSHE ini merupakan program terobosan untuk menerangi masyarakat yang belum belum mendapatkan akses listrik khususnya pada desa-desa yang masih gelap gulita, terisolir yang sulit dijangkau listrik PLN,” kata dia dalam keterangan resmi.
Syakhroza mengatakan, program LTSHE merupakan salah satu instrumen untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses energi modern sebagai upaya mewujudkan energi berkeadilan.
“Pemerintah berharap LTSHE ini memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kami juga berharap lampu surya yang sudah diterima dijaga dan dirawat agar pemanfaatannya dapat dirasakan dalam waktu yang lama,” ujarnya. (ACB)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *