ads_hari_koperasi_indonesia_74

Organisasi Advokat Meminta Masyarakat Tetap Tenang

Organisasi Advokat Meminta Masyarakat Tetap Tenang

JAKARTA — Kongres Advokat Indonesia (KAI) menyesalkan dan mengutuk keras pengeboman terhadap 3 gereja di Surabaya, Jawa Timur. Melalui pernyataan pers yang dikirim melalui Whatsapp hari ini, Minggu (13/5) siang, Presiden KAI Tjoetjoe S Hernanto menyebut pengeboman itu sebagai aksi bar-bar, keji, dan tidak berperikemanusiaan.

Kepada semua elemen masyarakat KAI mengajak untuk tidak panik, resah, dan takut. Sebaliknya masyarakat perlu melawan aksi teror dengan sikap bijak dan rasional sehingga mengembalikan kejahatan besar itu kepada negara untuk menegakkan hukum.

“Kepada mereka-mereka yang ‘berjihad’ dengan cara salah, semoga cepat sadar,” ungkap Tjoetjoe S Hernanto dalam pernyataan bersama dengan Sekretaris Jenderal KAI Aprillia Supaliyanto.

Negara, lanjut Tjoetjoe, harus hadir dan tegas menangani pengeboman. “Alat-alat negara harus berjalan sesuai fungsinya dalam rangka menjaga dan menciptakan keamanan negara dan masyarakat,” lanjut Tjoetjoe.

Terkait kekhawatiran dianggap melanggar hak azasi manusia (HAM) jika memberantas terorisme, KAI menegaskan Kepolisian tidak perlu khawatir. Sebab pelanggaran HAM secara substansial tidak dapat dilekatkan terhadap pelaksanaan tugas demi melindungi negara dan rakyat.

“Hak hidup aman dan nyaman bagi 260 juta rakyat Indonesia adalah bagian dari HAM yang harus diwujudkan dan dilindungi oleh negara, karena itu Polri maupun TNI serta seluruh alat negara tidak boleh ragu untuk bersikap dan bertindak tegas,” seru Presiden KAI. (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *