Harga Premium Vivo Lebih mahal Dari Pertamina

Harga Premium Vivo Lebih mahal Dari Pertamina
JAKARTA – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)swasta, di Jakarta Timur,VIVO, menaikkan harga produk BBM nya. Harga jual BBM Vivo jenis Revvo 90 atau setara Pertalite dari sebelumnya Rp 7.500 per liter menjadi Rp 8.350 per liter. Sementara untuk jenis Revvo 92 atau setara Pertamax juga naik dari Rp 8.250 menjadi Rp 9.100 per liter. Nah untuk BBM RON 89 (setara Premium yang dijual Pertamina) naik paling tinggi sebesar Rp.7.550 liter.
Untuk Shell malah lebih dahulu menaikkan harganya pada 16 Februari. Jenis BBM Shell Super dijual dari sebelumnya Rp 8.950 per liter menjadi Rp 9.250 per liter. Jenis V-Power dari sebelumnya Rp 9.950 per liter menjadi Rp 10.450 per liter dan Diesel naik dari Rp 9.650 per liter menjadi Rp 10.150 per liter. Harga tersebut berlaku untuk wilayah Jabodetabek. 
Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria mengatakan, harga Premium yang dijual Pertamina lebih murahmenunjukkan pemerintah sangat pro rakyat. ‘’Alhamdulillah ternyata Pemerintah sangat pro rakyat, dengan tetap mematok harga jual premium sebesar Rp.6.550/liter,walau belum jelas kerugian akibat menjual Premium dengan harga sebesar itu, harus menjadi beban siapa,’’tegasnya di Jakarta Jumat (2/3/2018).
Sofyano menambahkan, dengan kenaikan harga minyak dunia yang sudah merangkak naik secara perlahan tapi berjalan terus, seharusnya pemerintah menanggung selisih harga jual premium yg ditetapkan pemerintah dengan harga keekonomian. ‘’Setidak pemerintah menanggung selisih harga itu sekitar Rp1.000/liter dan menjadikan selisih itu sebagai beban pemerintah yang dianggarkan dalam APBN atau membuat keputusan memotongnya dari dividen pemerintah yang dihasilkan dari laba Pertamina,’’tegasnya.
Harga premium memang berisiko jika di koreksi naik tetapi agar tidak menjadi beban Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maka pemerintah bisa mengkompensasikan dengan dividen yang akan diterima pemerintah dari Pertamina.
 
Sementara itu, Agung Nugroho, eksekutif perusahaan swasta di Thamrin Jakarta Pusat mengaku tidak mempersoalkan kenaikan BBK Pertamina jenisPertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
‘’Kenaikannya tidak signifikan, jadi masih bisa dimaklumi. Lagipula harga minyak dunia kan naik,’’ujarnya.
Pria yang tinggal di kawasan BSD City ini mengungkapkan, kenaikan ongkos yang harus dikeluarkan dengan adanya kenaikan harga BBK tersebut hanya Rp10 ribu per hari. Hal senada diungkapkan oleh Ahmad Hendrawan yang juga bekerja di kawasan Thamrin dan tinggal di Depok. Dia mengatakan mobil yang digunakannya memang harus mengkonsumsi BBK.
‘’Mobil saya menggunakan Pertadex. Tidak masalah harga naik, karena konsumsi bahan bakar mobil saya irit,’’ujar pemilik Mitsubishi Pajero ini. (ACB)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply