ads_hari_koperasi_indonesia_74

APP memimpin penerapan standar pelaporan keberlanjutan global di Indonesia

APP memimpin penerapan standar pelaporan keberlanjutan global di Indonesia

Solo — Asia Pulp & Paper (APP), yang merupakan bagian dari Sinarmas, hari ini menerima “Penghargaan Khusus untuk Penerapan Dini Standar GRI” pada Sustainability Reporting Awards (SRA) di Solo, Indonesia. Ini merupakan penghargaan kelima yang diterima APP dari SRA dan merupakan apresiasi terhadap APP sebagai salah satu perusahaan pertama di Indonesia yang menerapkan Standar GRI untuk pelaporan keberlanjutannya.

Standar GRI diluncurkan pada awal 2017 lalu oleh Global Reporting Initiative (GRI), sebuah organisasi independen tingkat dunia yang bergerak di bidang standardisasi pelaporan keberlanjutan, untuk menggantikan versi sebelumnya yaitu “Panduan G4”. GRI merekomendasikan penerapan dini dari versi terbaru Standar GRI, yang baru akan efektif secara resmi per 1 Juli 2018. APP menyambut baik rekomendasi tersebut dan telah menerapkan standar terbaru ini dalam menyusun Laporan Keberlanjutannya untuk tahun 2016.

“Kami merasa terpacu dengan penghargaan spesial dari Sustainability Reporting Awards tahun ini atas penerapan Standar GRI dalam penyusunan Laporan Keberlanjutan terbaru kami,” papar Manajer Keberlanjutan APP Sera Noviany.

“Langkah kami untuk menerapkan Standar GRI secara dini mencerminkan komitmen APP dalam menjalankan bisnis pulp dan kertas yang berkelanjutan, berdasarkan standar akuntabilitas dan transparansi tertinggi,” imbuhnya.

Dalam Laporan Keberlanjutan tahun 2016 yang dirilis tahun lalu, APP menjabarkan pencapaian-pencapaiannya dalam memenuhi komitmen perusahaan, termasuk Kebijakan Konservasi Hutan dan Roadmap Keberlanjutan Visi 2020. Tahun 2016 menjadi tahun pertama APP menerapkan revisi pendekatan KPI keberlanjutan di pabriknya secara menyeluruh, yang berkontribusi mewujudkan penggunaan energi dan intensitas karbon yang lebih baik. Pada tahun yang sama, APP juga telah merampungkan Rencana Pengelolaan Hutan Lestari yang Terintegrasi (ISFMPs) yang berlaku untuk seluruh pemasok kayu pulp APP.

“Dengan hadirnya ‘satu bahasa’ yang berlaku di tingkat global seperti Standar GRI, perusahaan-perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya kini dapat mendiskusikan pencapaian-pencapaian yang berhasil diraih, serta upaya yang harus ditempuh selanjutnya, secara terukur, dan lebih produktif,” papar Noviany. “Kami akan sangat senang untuk membagikan pengalaman kami dalam menerapkan standar global ini. Kami berharap standar ini dapat diadopsi secara lebih luas di Indonesia dalam waktu dekat.” Ia menambahkan, ajang penghargaan seperti SRA menyediakan wadah penting bagi para pelaku industri untuk bertemu dan mendiskusikan topik-topik penting tersebut.

Dirintis oleh National Center for Sustainability Reporting, ajang penghargaan SRA memberikan apresiasi terhadap perusahaan-perusahaan yang mengkomunikasikan inisiatif keberlanjutan serta perkembangan mereka melalui mekanisme seperti Laporan Keberlanjutan dan situs perusahaan. Ajang ini bertujuan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNSDG), sebuah komitmen yang juga dimiliki oleh APP.

Sebelumya, APP memenangkan “Penghargaan Khusus untuk Praktik Terbaik” di ajang SRA tahun 2016 atas Kebijakan Konservasi Hutannya. (ACB)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply