ads_hari_koperasi_indonesia_74

Ulama dan Gereja Diserang, Awas Adu Domba

Ulama dan Gereja Diserang, Awas Adu Domba

JAKARTA — Ketua DPR RI Bambang Soesatyo khawatir ada pihak tertentu sengaja menciptakan kekacauan dan keresahan di tengah masyarakat dengan tujuan mengadu-domba antarumat beragama di Indonesia. Dia juga menyesalkan peristiwa penyerangan terhadap pastur dan jemaat Gereja St Lidwina, Sleman, DI Yogyakarta, pada Minggu (11/2) pagi.

“Kita bisa lihat kemarin ada peristiwa penyerangan di masjid, lalu sekarang di gereja, gampang membaca adanya upaya-upaya adu domba. Mudah-mudahan ini perbuatan yang terpisah, tidak direncanakan dan juga tidak ada kaitannya dengan terorisme,” kata politisi Partai Golkar itu kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (12/2).

Dalam kesempatan itu Bamsoet juga menyatakan komitmen bersama Polri dan juga TNI dalam menghadapi siapapun yang mengganggu kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Jangan coba-coba mengganggu hubungan yang sudah bagus antarumat beragama dengan cara mengadu-domba,” pungkas politisi asal dapil Jawa Tengah itu.

Di tempat berbeda, Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengecam insiden tersebut. Menurutnya, aparat penegak hukum harus mengusut secara tuntas motif sejumlah kasus penyerangan terhadap pemuka agama, seperti yang terjadi di Jawa Barat dan Yogyakarta.

Agus mengatakan, masih segar dalam ingatan, terjadi penyerangan yang menimpa KH Umar Basri, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan Pengasuh Pesantren Al-Hidayah di Cicalengka, Bandung, Jawa Barat pada 27 Januari 2018. Kemudian terjadi kembali penyerangan dan menewaskan HR Prawoto, Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) di Kota Bandung pada 01 Februari 2018.

“Kemudian baru-baru saja terjadi lagi. Kita meminta penegak hukum mengusut secara tuntas sampai keakar-akarnya, jangan sampai ada perencanaan dan sebagainya. Tindakan ini adalah tindakan yang merusak tatanan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena itu kami mendorong perencanaan terhadap terorisme dilakukan secara kontinyu,” tandas politisi dari F-Demokrat ini. (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply