ads_hari_koperasi_indonesia_74

Tahun Baru 2018, Masyarakat Pilih BBM Berkualitas dan Elpiji Non Subsidi

Tahun Baru 2018, Masyarakat Pilih BBM Berkualitas dan Elpiji Non Subsidi

MAKASSAR – Selama masa satgas Natal dan Tahun Baru tanggal 18 Desember 2017 – 8 Januari 2018, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII mencatat kenaikan konsumsi harian BBM berkualitas atau non subsidi di wilayah Sulawesi sebesar 25% atau 38,7 Kiloliter (KL)/Hari untuk Pertamax dan Pertalite naik 15% atau sebesar 620,6 KL/Hari dibandingkan konsumsi harian normal.

”Dalam masa liburan ini, saya menggunakan Pertalite. Karena terasa memang mobil melaju lebih cepat dan tenaga lebih besar dibanding sebelumnya saya pakai premium. Apalagi saya menempuh perjalanan 8 jam, saya puas dengan Pertalite,” begitulah ungkapan Safaruddin (47) saat mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertalite pada mobilnya di SPBU 74.901.15 Sam Ratulangi, Makassar.
“Selama masa Tahun Baru, di Sulawesi, peningkatan yang cukup signifikan terjadi untuk konsumsi BBM jenis Pertalite. Total konsumsi BBM dengan RON 90 ini selama periode tahun baru tanggal 26-31 Desember 2017 lalu naik 37% atau sebesar 14.639 KL dibanding periode yang sama pada satgas tahun 2016. Sementara itu, konsumsi Premium turun 33% atau hanya sebesar 21.504 KL dibanding tahun sebelumnya,” jelas Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo.

Peningkatan konsumsi Pertalite secara khusus juga terjadi di Provinsi Sulawesi Selatan. Total konsumsi BBM berkualitas berwarna hijau ini di Sulsel naik 66% atau sebesar 5.842 KL selama masa Tahun Baru dibanding tahun sebelumnya. Selain Pertalite, konsumsi rata-rata harian Dexlite juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 56% atau 56 KL/Hari pada masa libur Tahun Baru dibandingkan konsumsi harian normal.

Adapun Nurlinda (24) mempercayakan BBM berkualitas dengan RON 92, Pertamax untuk bahan bakar kendaraan roda duanya. “Selama liburan ini saya pakai Pertamax, karena dengan Pertamax kendaraan saya tarikannya lebih bagus, lebih kencang, dan lebih irit,” ujarnya.

Sama halnya dengan Sulsel, di Provinsi Sulawesi Utara khususnya di kota Manado, selama masa Tahun Baru, konsumsi Pertalite naik 31%, atau sebesar 1.192 KL dibandingkan tahun sebelumnya.

“Motor saya hemat kalau pakai Pertalite. Dari awal Pertalite ada, saya selalu pakai Pertalite. Walaupun hanya isi 1 liter saja, sudah sangat hemat dan irit kemana-mana,” ungkap Anwar Amir (28), seorang pengendara ojek online ketika mengisi BBM Pertalite di SPBU 71.951.03 Pierre Tendean, Manado pada Jumat (29/12).

Sementara itu, untuk total konsumsi elpiji non subsidi atau non PSO di Sulawesi selama masa satgas Natal & Tahun Baru naik 26,26% atau sebesar 1.856 Metrik Ton (MT) dibanding masa satgas tahun sebelumnya.

Lonjakan konsumsi elpiji non subsidi ini meningkat tajam khususnya di provinsi Sulawesi Utara, dimana konsumsi rata-rata harian pada masa tahun baru tangal 1- 8 Januari 2018 naik 482,73% atau sebesar 57 MT/Hari dibandingkan konsumsi normal harian. Sedangkan konsumsi harian elpiji subsidi 3 Kg (PSO) yang diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu hanya naik 0,27% atau 1.342 MT/Hari selama masa tahun baru dibanding konsumsi normal harian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan kesetiaan masyarakat terhadap produk BBM dan LPG Pertamina. Pertamina akan terus senantiasa memenuhi kebutuhan konsumen dan meningkatkan kualitas pelayanan BBM dan LPG di masyarakat,” tutup Roby. (ACB)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply