ads_hari_koperasi_indonesia_74

Campur Tangan Asing di Iran Dikritisi

Campur Tangan Asing di Iran Dikritisi

JAKARTA — Presiden Geneva Council on International Affairs and Development (GCIAD) yang juga Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Nurhayati Ali Assegaf, menolak campur tangan asing dalam krisis yang terjadi di Negara Iran. Sebaliknya dia mendukung penuh Pemerintah Iran segera menuntaskan masalah dalam negerinya secara damai tanpa kekerasan.

“Saya mengharapkan kekerasan di sana segera mereda. Saya percaya Iran dapat secepatnya keluar dari krisis itu,” harap perempuan yang juga Presiden International Humanitarian Law di Inter-Parliamentary Union itu.

Menurutnya campur tangan asing atas krisis di Negeri Mullah tersebut akan menyebabkan krisis makin parah, terutama berdampak buruk terhadap perempuan dan anak-anak.

Perempuan yang pernah menjabat dua kali sebagai Presiden Perempuan Parlemen Dunia itu mengingatkan, campur tangan asing pada beberapa negara di Timur-Tengah sejauh ini alih-alih melahirkan solusi tapi justru memperburuk situasi.

Nurhayati yang saat ini menjabat Ambassador Woman Political Leader Global Forum (WPL) meminta Pemerintah Indonesia memberikan dukungan kepada Iran dalam upaya menyelesaikan kiris yang meletus sejak 28 Desember 2017 lalu. “Sebagai negara Muslim terbesar, demikian juga negara yang berpengaruh di OKI, pemerintah seharusnya cepat merespon yang tengah terjadi di Iran dengan memberikan dukungan penuh agar pemerintah Iran dapat menyelesaikan krisis tanpa campur tangan asing. Saya sarankan presiden telpon langsung Presiden Iran,” imbuhnya.

Parlemen Indonesia, tegasnya, akan memberikan kontribusi terhadap upaya menyelesaikan krisis di Iran. Sebab Parlemen Indonesia dan Parlemen Iran tergabung dalam Parliamentary Union of OIC Member States (PUIC), alias parlemen negara-negara anggota OKI.

“Pada forum itu kita akan sampaikan dukungan penuh kepada pemerintah Iran. Kita juga akan tolak campur tangan asing apa pun bentuknya. Sikap ini kita tunjukkan dengan hadir pada konferensi PUIC ke-13 pada pekan depan di Tehran,” pungkasnya. (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply