ads_hari_koperasi_indonesia_74

Kasus Setnov Pengaruhi Elektabilitas Golkar

Kasus Setnov Pengaruhi Elektabilitas Golkar

JAKARTA — Politisi Golkar Ade Komarudin mengakui penahanan Setya Novanto oleh KPK mempengaruhi elektabilitas partai menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pemilihan Legislatif serta Pemilihan Presiden tahun 2019.

Akom, sapaan akrabnya, diperiksa KPK sebagai saksi atas kasus KTP elektronik, Rabu (22/11).

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga agar Golkar tetap utuh, solid, dan harmonis. “Sekarang partai harus solid melakukan konsolidasi, melakukan harmonisasi agar kompak, karena jangan lupa sebentar lagi mau Pileg dan Pilpres. Pilpres kan kami sudah menentukan Pak Jokowi sebagai capresnya, sudah jauh hari,” tutur Akom.

Dengan ucapan bernada pesan, dia mengatakan agar seluruh kader Golkar memenangkan Jokowi. “Kalau partainya tidak kompak, tidak solid, tidak harmonis, ya pasti nanti kurang maksimal membantu Pak Jokowi,” katanya.

Sebelumnya, Rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan Idrus Marham sebagai pelaksana tugas (plt) ketua umum hingga sidang praperadilan Setya Novanto diputuskan.

“Menyetujui saudara Idrus Marham sebagai pelaksana tugas ketua umum sampai ada keputusan praperadilan,” kata Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid di Jakarta, Selasa (21/11), dikutip dari Antaranews.

Penunjukan Idrus ini sesuai dengan keinginan Novanto yang sebelumnya mengirimkan surat bermeterai berisi tentang pendelegasian tugasnya kepada Idrus sebagai plt.

KPK telah menetapkan kembali Setya Novanto menjadi tersangka kasus korupsi KTP-e pada Jumat (10/11). (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *