ads_hari_koperasi_indonesia_74

Soal Isu Senjata, Presiden Sudah Dapat Penjelasan Panglima TNI

Soal Isu Senjata, Presiden Sudah Dapat Penjelasan Panglima TNI

Jakarta, hotfokus – Presiden Joko Widodo mengatakan telah mendapatkan penjelasan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengenai adanya pihak di luar TNI dan Polri yang akan mendatangkan senjata ke Indonesia secara ilegal.

Namun Presiden tidak dapat membeberkan semua penjelasan Panglima ke publik. “Tidak semua dapat saya sampaikan,” kata Presiden kepada wartawan usai membuka dan meninjau Pameran Kriyanusa Dewan Kerajinan Nasional 2017 di Jakarta Convention Center, Rabu (27/9).

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menjelaskan ucapannya tentang senjata yang diduga ilegal kepada Presiden Joko Widodo ketika orang nomor satu di Indonesia itu baru saja mendarat di Halim Perdanakusuma dari kunjungan ke Bali.

“Tadi malam sepulang saya dari Bali, saya sudah bertemu dengan Panglima TNI di Halim, dan sudah dijelaskan,” kata Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, sebagaimana dikutip laman Sekretariat Kabinet.

Mengenai kebenaran materi yang disampaikan oleh Panglima TNI dalam pertemuan dengan para senior TNI itu, Presiden menegaskan, bahwa penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas. “Jadi saya kira tidak usah saya ulang lagi,” tegasnya.

Pendidikan Intelijen

Sebagaimana diketahui menanggapi isu pembelian senjata secara ilegal itu, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik Hukum dan Keamanan(Polhukam) Wiranto menyatakan, bahwa pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek oleh Badan Intelijen Negara (BIN) akan digunakan untuk pendidikan intelijen.

“Ini untuk pendidikan intelijen, dan dilakukan oleh lembaga resmi institusi pemerintah,” kata Wiranto ketika memberikan keterangan pers di kantornya di Jakarta, Minggu (24/9).

Wiranto menjelaskan sebanyak 500 pucuk senjata tersebut tidak diimpor dari luar negeri, melainkan dipesan dari PT Pindad.

Soal isu pembelian senjata secara ilegal itu, Menko Polhukam Wiranto menilai telah terjadi miskomunikasi di antara instansi terkait.

“Saya sudah panggil Panglima TNI dan Polri, ini hanya masalah komunikasi yang tidak tuntas terkait pembelian senjata itu,” kata Wiranto sata itu. (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply