ads_hari_koperasi_indonesia_74

Pengangkatan Dirut Pertamina Yang Baru

Pengangkatan Dirut Pertamina Yang Baru

Oleh:
Salamuddin Daeng (AEPI)

Jakarta – hotfokus.com | Isue akan adanya pengangkatan Dirut Pertamina yang baru menjadi isue yang hangat dalam beberapa hari terakhir.

Publik mencermati dengan sungguh sungguh masalah ini mengingat posisi Pertamina sebagai BUMN vital yang mengelola kebutuhan dasar rakyat yakni minyak dan gas (migas).

Untuk itu Pemerintah dalam hal ini Presiden dan menteri BUMN harus bijaksana dalam pengangkatan dirut Pertamina, dengan pertimbangan :

1. Pemerintah terlebih dahulu sebaiknya menjelaskan ke Publik mengenai pemberhentian Dirut Pertamina dan penghapusan posisi wakil dirut beberapa waktu lalu.
Pencopotan dirut dan penghapusan posisi wakil dirut yang merupakan keputusan pemerintah harus nya dijelaskan secara transparan sehingga tidak menimbulkan berbagai isu yang pada akhirnya tidak menguntungkan bagi Pemerintah itu sendiri.

2.Pemerintah tidak perlu tergesa gesa dan kejar tayang untuk mengisi posisi Dirut yang kosong karena pada hakekatnya Pertamina untuk 2 atau 3 bulan kedepah tetap bisa berjalan seperti biasa karena Pertamina tentu sudah punya acuan dan sistem yang bisa berjalan tanpa harus dikomandoi sepenuhnya oleh seorang dirut.

3. Agar fungsi dan peran dewan komisaris Pertamina diketahui oleh publik , Pemerintah sebaiknya menjelaskan hasil keputusan dewan komisaris terkait permasalahan internal pertamina apakah benar pencopotan dirut dan penghapusan jabatan wakil dirut karena semata mata terkait dengan adanya posisi wakil dirut. Hal Ini sangat diperlukan untuk menghindarkan tuduhan dan fitnah yang kurang berdasar, baik terhadap Mantan Dirut dan juga mantan wadirut sehingga pergantian direktur utama nantinya dapat berlangsung secara elegan, tidak menghadirkan konflik baru di dalam Pertamina.

4.Pertamina di tangan pejabat sementara Dirut tengah melakukan pembenahan terhadap berbagai masalah internal yang terjadi.  Plt Dirut diharapkan dapat mempersiapkan dan membenahi permasalahan yang disisakan oleh dirut yang dicopot dan menciptakan kebersamaan antar direksi serta mempertahankan kinerja staf dan pekerja Pertamina.

5. Pemerintah harus melakukan seleksi yang baik terhadap direktur utama yang baru yang harus visioner dan mengerti benar perkembangan situasi global, geopolitik, keadaan bangsa dan negara.  Sektor ESDM sekarang sedang menjadi arena pertarungan, perebutan pasar dan perebutan aset Pertamina. Dirut yang baru harus diseleksi dan jelas rekam jejaknya yang bersih dari kepentingan kelompok dan utamanya mampu mendongkrak perolehan laba Pertamina yang tidak bisa mengandalkan dari pendapatan sektor hulu semata.

6. Dewasa ini harga minyak sedang mengalami pelemahan. Perusahaan perusahaan minyak nasional sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan dari usaha hulu. Pelemahan harga minyak ini akan berlangsung lama dan dalam jangka panjang. Dengan demikian dirut Pertamina yang baru harus kaya akan berbagai strategi dan terobosan untuk memperkuat usaha hilir Pertamina, mempertahankan kinerja keuangan Pertamina dan menyelamatkan aset aset Pertamina.

7. Pemerintah harus memperhatikan dan mendengarkan aspirasi internal Pertamina terutama dari pekerja serta Serikat pekerja Pertamina. Mengingat direktur baru akan memimpin pekerja yang nanti harus bekerja sepenuh hati dalam memastikan tercukupinya hajat hidup rakyat banyak.

8. Pemerintah harus mendengar juga aspirasi masyarakat, kalangan independen, para akademisi, yang selama ini mefokuskan kajian dan penelitian mereka terhadap masalah migas. Kandidat dirut Pertamina yang baru hendaknya dibuka ke Publik untuk mendengarkan aspirasi masyarakat.

9. Dirut Pertamina yang baru sedapat mungkin harus dilepaskan dari intervensi politik yang berlebihan, sehingga Pertamina tidak dijadikan sebagai ajang bancakan untuk kepentingan politik kekuasaan. Kecenderungan semacam itu sekarang sangat terasa. Ada upaya menjadikan Pertamina sebagai ajang bancakan untuk pemilu 2019. Pertamina menjadi sasaran bancakan oligarki nasional dalam berbagai rantai suplai Pertamina mulai dari investasi mega proyek pertmaina, impor migas, ekspor migas, dan penjualan migas kepada masyarakat. Oligarki ini yang menyebabkan Pertamina akan semakin tidak efisien.

Demikian pernyataan ini saya sampaikan untuk menjadi masukan bagi pengambil keputusan tentang masalah ini.
(op/red/ebs)

Sumber : www.visioner.id

—–***—–

*HotFokus.com adalah media online bagi masyarakat umum. Bagi pembaca/netter yang ingin berbagi informasi/berita/artikel/opini/pendapat/ide atau gagasan melalui HotFokus.com dapat mengirimkan tulisannya melalui email : redaksi@hotfokus.com. Setiap tulisan yang terbit di HotFokus.com menjadi tanggung jawab dari Penulis.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply