ads_hari_koperasi_indonesia_74

PLN Tancap Gas! Proyek Panas Bumi Bengkulu Disiapkan Jadi Game Changer Energi Hijau

PLN Tancap Gas! Proyek Panas Bumi Bengkulu Disiapkan Jadi Game Changer Energi Hijau

Jakarta, Hotfokus.com

PT PLN (Persero) makin agresif mendorong transisi energi hijau lewat percepatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP). Langkah ini jadi bukti nyata dukungan PLN terhadap visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan swasembada energi berbasis sumber daya domestik.

Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan bahwa mandat pengembangan PLTP sudah tertuang dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034. Pemerintah menargetkan kapasitas PLTP hingga 5,2 gigawatt (GW) tersebar di seluruh Indonesia. PLN siap memastikan proyek ini berjalan optimal dan berdampak luas.

“Potensi panas bumi Indonesia luar biasa. Kami akan mengoptimalkan pengembangan PLTP agar manfaatnya langsung terasa, baik bagi masyarakat sekitar maupun pelanggan PLN di seluruh negeri,” tegas Suroso.

Strategi percepatan pun disiapkan. Salah satunya lewat kesepakatan pembelian uap panas bumi dengan para pengembang. Menurut Suroso, PLN hanya akan menggandeng mitra strategis yang kompeten dan sejalan dengan misi menghadirkan energi bersih dengan harga terjangkau. Semua proses dijalankan transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi.

Saat ini, PLN fokus menggarap proyek panas bumi strategis di Bengkulu. Dua PLTP tengah diproses, yakni PLTP Kepahiang berkapasitas 110 MW yang masuk tahap finalisasi pemilihan mitra strategis, serta PLTP Hululais 110 MW di Kabupaten Lebong yang ditargetkan beroperasi komersial pada 2028.

PLTP Hululais akan memanfaatkan sumber energi dari Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Nantinya, listrik dari dua proyek tersebut bakal dialirkan ke Gardu Induk (GI) Pekalongan di Kabupaten Kepahiang.

“Dengan pengembangan PLTP, PLN bukan hanya memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transisi hijau, tapi juga menciptakan multiplier effect. Ada peluang kerja, ada ruang usaha lokal, dan ada dampak ekonomi yang langsung dirasakan,” tutup Suroso. (*)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *