ads_hari_koperasi_indonesia_74

Menko Luhut Klaim Tak Ada Lagi Kabupaten/Kota Berstatus Level 4

Menko Luhut Klaim Tak Ada Lagi Kabupaten/Kota Berstatus Level 4

Jakarta, Hotfokus.com

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan mengungkapkan, bahwa berdasarkan level asesmen yang dilakukan oleh Pemerintah hingga 7 Mei 2022, saat ini
sudah tidak ada lagi Kabupaten/Kota yang berstatus level 4 terkait pandemi Covid-19.

“Saya ingin menyampaikan bahwa berdasarkan level asesmen yang dilakukan Pemerintah, tidak ada lagi Kabupaten/Kota yang berada di Level 4, hanya Kabupaten Pamekasan yang masih berada di Level 3 akibat Level vaksinasi yang tidak memadai,” kata Menko Luhut dalam Jumpa Pers, Senin (09/5/2022).

Menurutnya, detail keputusan ini akan dituangkan dalam Inmendagri yang akan keluar dalam waktu dekat ini. Namun membaiknya kondisi pandemi tidak mematahkan semangat Pemerintah untuk terus melakukan akselerasi vaksinasi dosis kedua dan juga booster untuk seluruh wilayah Jawa Bali yang masih tertinggal baik dosis vaksin kedua maupun boosternya.

“Selain itu, Pemerintah tetap mendorong penggunaan Peduli Lindungi dan masker di tempat-tempat publik. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengurangi dampak buruk dari Covid-19 dan memberikan kekebalan bagi masyarakat,” tukasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, momen Idul Fitri yang baru saja terjadi, memberikan pemulihan aktivitas ekonomi yang begitu tinggi dan mobilitas masyarakat juga terjadi sangat cepat pada periode tersebut. Mobilitas masyarakat tercatat keluar rumah meningkat hingga 48,1% dibandingkan baseline. Selain itu Indeks Belanja Mandiri meningkat hingga 31% lebih tinggi dibandingkan puncak Lebaran tahun 2021 yang lalu.

“Meski tentu ini positif bagi kinerja perekonomian, peningkatan mobilitas dan aktivitas ekonomi yang tinggi juga memiliki risiko, berupa penyebaran kasus, yang perlu diantisipasi oleh Pemerintah. Untuk itu, Pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam 1 hingga 2 minggu ke depan dengan memperkuat testing dan tracing. Kami juga menghimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan, untuk mengurangi risiko penyebaran virus,” paparnya.

Menurut Menko Luhut, meskipun adanya momen Idul Fitri, penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia tetap berjalan dengan baik dan terkendali. Hal ini terbukti dengan rawat inap secara nasional terus turun hingga 97% serta kematian turun hingga 98%.

“Hingga hari ini kondisi dan situasi pandemi Covid-19 dalam kondisi yang begitu baik. Bila dilihat secara nasional, sudah 25 hari berturut-turut kasus harian kita berada di bawah 1000 dan hari berturut-turut kasus harian di bawah 500. Gambaran baik lainnya terlihat pada rawat inap secara nasional yang terus turun hingga 97%,” jelasnya.

Menko Luhut juga memaparkan bahwa tingkat hunian tempat tidur rumah sakit sangat rendah hanya 2% dari keseluruhan bed yang tersedia. Selain itu kasus kematian juga turun hingga 98% yang disebabkan oleh varian Omicron dan positivity rate berada di bawah 0,7%.

“Berdasarkan data-data tersebut kami meyakini bahwa kondisi varian Omicron di Indonesia di tengah momen libur IdulFitri hingga saat ini masih terkendali,” katanya.

Khusus untuk wilayah Jawa dan Bali, ia mengungkapkan bahwa perkembangan pandemi juga terus menunjukkan tren penurunan yang sangat signifikan dalam semua aspek seperti kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit hingga tingkat kematian di hampir seluruh provinsi Jawa dan Bali. Seluruh Provinsi di Jawa Bali hingga hari ini mengalami penurunan kasus mencapai 99% dibandingkan puncak kasus Omicron beberapa waktu yang lalu.

“Seiring dengan semakin terkendalinya kasus Covid-19, langkah-langkah relaksasi PPKM akan terus dilakukan secara bertahap, bertingkat dan berlanjut,” ujarnya. (RAL)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *