ads_hari_koperasi_indonesia_74

Merger BUMN Pelindo Sebuah Prestasi Untuk Wujudkan World Class Company

Merger BUMN Pelindo Sebuah Prestasi Untuk Wujudkan World Class Company

Jakarta, Hotfokus.com

Kementerian BUMN bersuara terkait penggabungan atau merger BUMN Pelabuhan, antara Pelindo I, II, III dan IV. Ternyata merger tersebut bukan hanya bertujuan untuk menekan biaya logistik saja, namun lebih utama yaitu membuat Pelindo menjadi operator pelabuhan berkelas dunia alias world class company.

Hal itu diungkapkan Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, dikutip dari wawancara yang tayang di CNBC TV, Selasa (7/9/2021) kemarin. Arya mengatakan, dengan penggabungan Pelindo, maka hal itu akan meningkatkan skala usaha Pelindo, serta membentuk ekosistem logistik nasional dengan standar pelayanan prima yang merata di seluruh pelabuhan, dari Aceh hingga Papua.

“Disamping biaya logistik lebih murah, tapi hal lain juga yang diinginkan dibanding penurunan biaya logistik, kita mau Pelindo menjadi world class company,” kata Arya.

Menurut Arya, peningkatan service level di seluruh pelabuhan yang menjadi kelolaan Pelindo, akan berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan.  Ia mengungkap saat ini pelayanan di tiap-tiap Pelindo masih berbeda dan belum mencapai Service Level Agreement (SLA).

“Yang pasti sistem standarisasi sistem artinya sistem logistik Aceh sampai Papua standarnya sama, sekarang kan beda-beda tiap Pelindo. Atau urusan peti kemas juga begitu kan sistemnya punya masing-masing standar,” tegasnya.

Arya menambahkan, merger Pelindo juga diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja baru sehingga bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja.

Senada, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono mengatakan, merger atau penggabungan entitas Pelabuhan Indonesia akan berdampak positif karena meningkatkan portofolio dari perusahaan.  Saat ini terdapat empat BUMN Pelabuhan yang berperan dalam pengembangan dan operasional pelabuhan nasional yaitu PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I, II, III dan IV yang memiliki cakupan wilayah masing-masing.

Terpisahnya BUMN Pelabuhan ke dalam beberapa cakupan wilayah operasi berkontribusi pada tantangan industri pelabuhan nasional antara lain: pelabuhan nasional yang kurang terkoordinasi; operasi yang kurang efisien dan tidak terstandar; neraca keuangan dan capex yang tidak optimal dan kemampuan finansial yang terbatas. Untuk itu pemerintah selaku pemegang saham memutuskan melakukan penggabungan Pelindo I-IV menjadi satu Pelindo.

“Dengan penggabungan ini, Pelindo terintegrasi diharapkan akan memiliki kendali strategis yang lebih baik. Selain itu operasional bisnis pelabuhan laut akan lebih terkoordinasi dan pelayanan akan terstandar sehingga akan berdampak pada efisiensi dan penurunan biaya logistik secara bertahap,” ungkap Arif kepada Hotfokus.com beberapa waktu lalu.

Merger Pelindo, kata Arif,  juga akan membuka kesempatan perusahaan untuk  go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs.

“Portofolio Pelindo Terintegrasi selanjutnya dikelompokan ke dalam klaster-klaster bisnis berdasarkan kedekatan bisnisnya yaitu Peti Kemas; Non Peti Kemas;  Logistik dan Pembangunan hinterland; serta Marine, Equipment, & port service. Hal ini bertujuan agar eksekusi dan pengembangan bisnis dapat lebih fokus sesuai dengan lini bisnisnya. Di sisi lain dengan tujuan pemfokusan klaster-klaster bisnis akan juga meningkatkan kapabilitas dan keahlian perusahaan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pusat Kebijakan Publik (Puskepi) Sofyano Zakaria menanggapi positif proses merger yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap Pelindo. Salah satu hal yang menurutnya menjadi sebuah prestasi yakni membuat Pelindo I, II, II dan IV menjadi sebuah kesatuan dengan spesifikasi layanan yang berbeda. Hal ini tentu akan menghilangkan persaingan antar Pelindo, dan akan berpengaruh secara umum terhadap peningkatan level of service dari BUMN Pelindo.
“Merger Pelindo adalah sebuah kesuksesan dan prestasi yang patut diberi acungan jempol karena manfaat dan dampak positif merger ini pasti akan dirasakan,” ujar Sofyano kepada Hotfokus.com, Rabu (8/9/2021).

Berkaca dari proses merger Pelindo yang dilakukan Kementerian BUMN, Sofyano juga mendorong agar BUMN Angkasa Pura 1 dan II dilakukan proses yang sama untuk meningkatkan tingkat layanan BUMN operator Bandara tersebut.

“Sudah saat nya pula pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN juga melakukan hal yang sama terhadap BUMN Angkasa Pura,” tuturnya.

Sebagai informasi, pemerintah tengah memproses penggabungan empat perusahaan pelabuhan pelat merah, yakni PT Pelindo I-IV (Persero). Penggabungan ini akan menyisakan PT Pelindo II (Persero) sebagai induk usaha/holding pelabuhan milik pemerintah.

Dengan menjadikan Pelindo II sebagai holding usaha, secara otomatis Pelindo lainnya akan dilebur menjadi anak usaha berdasarkan masing-masing bisnis. Setelah menjadi holding, Pelindo II akan berganti nama menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).

Entitas baru ini akan menjalankan empat bisnis utama melalui entitas yang berbeda, yang merupakan penggabungan dari bisnis Pelindo sebelumnya.

Empat bisnis tersebut antara lain adalah bisnis peti kemas dengan nama PT Pelindo Multi Terminal dan berkantor di Medan dan bisnis non-petikemas di bawah PT Terminal Petikemas Indonesia, berkantor di Surabaya.

Lalu bisnis logistic & hinterland development yang akan berkantor di Jakarta dengan nama PT Pelindo Solusi Logistik. Terakhir adalah bisnis marine, equipment & port services yang akan berkantor pusat di Makassar.

Adapun holding ini ditargetkan akan dapat rampung pada 1 Oktober 2021 mendatang. Saat ini perusahaan tengah menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah terkait dengan penggabungan tersebut. (SNU)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply