ads_hari_koperasi_indonesia_74

Merger Pelindo Dieksekusi 1 Oktober 2021

Merger Pelindo Dieksekusi 1 Oktober 2021

Jakarta, Hotfokus.com

Merger atau penggabungan PT Pelabuhan Indonesia/Pelindo I, II, III dan IV dipastikan bakal dimulai pada 1 Oktober 2021 mendatang. Sebagaimana diketahui, merger Pelindo itu bertujuan untuk meningkatkan konektivitas nusantara, serta mengefisienkan biaya logistik yang saat ini diakui masih cukup tinggi.

“Penggabungan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat, dan meningkatkan konektivitas maritim di seluruh Indonesia, serta meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN di bidang kepelabuhanan,” demikian disampaikan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo, dalam konferensi pers ‘Rancangan Penggabungan PT Pelabuhan Indonesia I, II, III, IV (Persero),” Jakarta (1/9/2021).

Adapun nama perusahaan yang digunakan setelah merger adalah PT Pelabuhan Indonesia (Persero), tanpa mencantumkan angka I,II,II, atau IV, dengan total aset ditaksir mencapai Rp 112 triliun.

“Hari ini kami mengumumkan rancangan merger yang akan dilaksanakan pada 1 Oktober 2021. Kami sedang menunggu PP (peraturan pemerintah) yang menjadi dasar hukum dari merger empat pelabuhan milik BUMN ini,” kata Tiko, demikian Kartika Wirjoatmodjo biasa disapa.

Adapun rancangan merger Pelindo ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pelindo I, Prasetyo, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono, Direktur Operasi & Komersial Pelindo III Putut Sri Muljanto, dan Direktur Utama Pelindo IV, Prasetyadi.

Tiko optimistis, merger Pelindo tersebut bakal berdampak positif terhadap standarisasi operasional dan pelayanan pelabuhan kelolaan dari barat hingga timur Indonesia.

“Artinya, kecepatan dan ketepatan pelayanan terstandarisasi sehingga terjadi peningkatan efisiensi pelabuhan Pelindo. Pada akhirnya, para pengguna jasa memperoleh manfaat dari merger ini. Kecepatan dan ketepatan pelayanan bisa terstandarisasi di seluruh pelabuhan yang ada dari Sabang sampai Merauke,” jelasnya.

Selain itu, kata dia, pengembangan pelabuhan nasional kedepannya dapat diwujudkan melalui satu peta jalan yang terintegrasi. Selama ini, pengembangan tersebut kurang dapat diintegrasikan optimal lantaran Pelindo terbagi empat perusahaan berdasarkan kawasan.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II, Arif Suhartono, menyampaikan bahwa, Pelindo ke depan akan memiliki kontrol dan kendali strategis yang lebih baik.

“Pengembangan perencanaan akan menjadi lebih holistik untuk jaringan pelabuhan, yang akhirnya akan menurunkan biaya logistik,” tuturnya.

Menurut Arif, pemfokusan klaster-klaster bisnis akan meningkatkan kapabilitas dan keahlian yang akan berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan melalui kualitas layanan yang lebih baik dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan sumber daya keuangan, aset, dan SDM.

“Integrasi Pelindo memiliki banyak manfaat bagi perusahaan maupun bagi ekonomi nasional, salah satunya adalah dengan membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Integrasi ini akan meningkatkan posisi Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar ke-8 di dunia dengan total throughput peti kemas sebesar 16,7 juta TEUs,” pungkasnya. (SNU)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply