ads_hari_koperasi_indonesia_74

3 Nama Dicoret Dari Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Termasuk Yenny Wahid

3 Nama Dicoret Dari Dewan Komisaris Garuda Indonesia, Termasuk Yenny Wahid

Jakarta, hotfokus.com

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia TBK (GIAA) memutuskan untuk melakukan perampingan struktur pengurus perseroan, mulai dari jajaran Dewan Komisaris (Dekom), hingga Dewan Direksi.

Nama-nama seperti Triawan Munaf, Peter Gontha dan Yenny Wahid dicoret dari struktur Dewan Komisaris GIAA. RUPST juga pemberhentian dengan hormat Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Dony Oskaria serta Direktur Niaga dan Kargo Mohammad R. Pahlevi. “Dilakukan perubahan pengurus perseroan, berhentikan Triawan Munaf, Peter Gontha, Elisa Lombantoruan dari jajaran Dekom dan Wadirut Dony Oskaria, ini sesuai usulan pemegang saham dwiwarna (Kementerian BUMN),” ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam konferensi pers virtual, Jumat (13/8/2021).

Irfan mengakui, keputusan perombakan Dekom dan Direksi itu tidak mudah. Terlebih di dalam situasi sulit seperti ini, manajemen harus kehilangan dua orang direksi. Namun demikian, keputusan ini tidak bisa dihindari karena turbulensi yang terjadi harus diselesaikan.

“Ini keputusan tidak mudah karena beberapa bulan ini pandemi dan turbulensi ini direksi kompak kehilangan dua orang direksi berat untuk kami,” ujar Irfan.

Saat ditanya alasan spesifik tentang pemberhentian Dekom dan dua Direksi, Irfan hanya menjawab bahwa hal itu kewenangan Kementerian BUMN. Namun ia tak menampik bahwa hal itu berhubungan dengan efisiensi perusahaan.

“Ini lebih tepat kemenbumn yang jawab. Untuk Direksi ini upaya tak terhindarkan mengingat dari waktu ke waktu kita lakukan upaya-upaya pengurangan, streamlining jumlah karyawan ini secara tidak langsung bagian dari itu. Ini ciptakan komplikasi tapi akan siap jalani ini,” pungkasnya.

Terpisah, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan alasan dari perampingan struktur pengurus Garuda Indonesia.

“Ke depan, tim manajemen Garuda Indonesia akan fokus pada dua hal utama. Pertama, perubahan model bisnis dengan fokus pada layanan penerbangan domestik. Kedua, negosiasi dengan lessor, baik lessor yang memang memiliki hubungan B2B [business to business] baik namun kontraknya perlu dinegosiasi ulang, juga lessor yang tersangkut kasus yang saat ini sudah masuk dalam proses hukum,” kata Erick dalam siaran persnya, Jumat (13/8/2021).

“Ini momen bagi Garuda Indonesia untuk bersih-bersih dari permasalahan keuangan dan kinerja operasional, serta menata kembali fundamental bisnisnya. Setiap prosesnya akan saya kawal penuh,” tegasnya.

Berikut adalah susunan Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia hasil RUPST:

Dewan Komisaris:

1. Timur Sukirno – Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen

2. Chairal Tanjung – Komisaris

3. Abdul Rachman – Komisaris Independen

Dewan Direksi:

1. Irfan Setiaputra – Direktur Utama

2. Prasetio – Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko

3. Tumpal Manumpak Hutapea – Direktur Operasi

4. Aryaperwira Adileksana – Direktur Human Capital

5. Rahmat Hanafi – Direktur Teknik

6. Ade R. Susardi – Direktur Layanan dan Niaga. (SNU)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply