Dukung UMKM Naik Kelas, Smesco Gandeng Kimia Farma

Dukung UMKM Naik Kelas, Smesco Gandeng Kimia Farma

Jakarta, Hotfokus.com

PT Kimia Farma (Persero) Tbk bersama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Smesco Indonesia menjalin kerjasama untuk membantu pemasaran produk UMKM. Nantinya gerai – gerai Kimia Farma akan menampilkan dan menjual produk herbal atau obat-obatan produksi dari pelaku UMKM yang telah terkurasi dan memiliki ijin edar dari Badan Obat Pengawas Makanan (BPOM).

Direktur Utama Kimia Farma, Verdi Budidarmo, menjelaskan nantinya sekitar 1.300 gerai milik perseroan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia akan turut menjual produk UMKM. Selain itu juga akan ditampilkan dalam aplikasi mobile penjualan ritel Kimia Farma sehingga bisa melayani penjualan secara online. Dengan sinergi antara Badan Layanan Umum (BLU) dari Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN ini diharapkan bisa membantu UMKM bisa naik kelas.

“Produk UMKM nantinya akan disediakan di gerai Kimia Farma juga nanti melalui proses penjualan online store Kimia Farma mobil. Jangka waktu nantinya normatif sesuai kesepakatan, intinya nanti akan sama-sama menguntungkan,” kata Verdi usai menandatangani perjanjian kerjasama secara virtual, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, dengan kerjasama ini pemberdayaan UMKM akan lebih optimal sehingga diharapkan bisa memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional. Terlebih saat ini sektor UMKM menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi karena menjadi salah satu sektor paling terdampak pandemi.

“Kimia Farma bisa buka akses langsung pada produk-produk yang dihasilkan UMKM. Kami harapkan dengan ada di gerai kita nantinya mereka bisa ikut tumbuh positif, tentunya karena kami bergerak di bidang kesehatan maka praktik produk UMKM yang kita display adalah related dengan produk kesehatan,” imbuhnya.

Ditegaskan bahwa dalam kerjasama ini Kimia Farma akan membeli putus produk UMKM yang telah terkurasi dan ada kebijakan retur selama 14 hari. Dengan cara ini maka cashflow UMKM bisa bergulir dengan cepat dan lancar sehingga mereka bisa tetap berproduksi.

“Jadi ada kemudahan pembayaran terhadap produk UMKM yang kita beli. Jadi kita terapkan beli putus dengan tempo retur 14 hari, ini menjadi jalan bagi kami dalam membantu UMKM agar tetap tumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Utama LLP-KUKM, Leonard Theosabrata, mengapresiasi upaya Kimia Farma yang peduli terhadap nasib UMKM. Dikatakan bahwa dalam batch pertama ini akan ada 174 produk obat-obatan dan herbal yang akan dibeli oleh Kimia Farma. Jumlah itu adalah produk dari 43 pelaku UMKM yang sebelumnya telah terkurasi dan dinyatakan layak edar. Pihaknya masih membuka kesempatan bagi UMKM yang ingin tergabung dalam program ini.

“Tentunya produk yang onboard ini adalah produk yang telah terkurasi. Kita akan buka terus buat UMKM untuk bisa tergabung. Batch pertama kita ambil yang udah onboard di Smesco dan Kementerian. Jadi silahkan hubungi Divisi Perdagangan Smesco nanti kita akan onboardkan melalui aplikasi,” ungkap Leo.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, juga turut mengapresiasi sinergi yang terjalin antara dua lembaga tersebut. Dengan cara itu dia meyakini omset dan penjualan produk UMKM akan semakin meningkat. Pangsa pasar mereka juga akan semakin terbuka lebar karena jaringan distribusi KAEF sudah mencapai tingkat kecamatan di seluruh Indonesia. Kerjasama ini juga dinilainya menjadi solusi bagi pemasaran produk UMKM.

“Jadi banyak produk UMKM yang bagus tapi selama ini banyak yang terkendala di hilirnya atau di pasar. Apalagi di tengah pandemi omsetnya turun, melalui kerjasama ini akan sangat membantu UMKM kita menaikkan penjualan dan omsetnya,” tutur Teten. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply