ads_hari_koperasi_indonesia_74

Pertamina Siap “Borong” Potensi Pemanfaatan EBT di Indonesia

Pertamina Siap “Borong” Potensi Pemanfaatan EBT di Indonesia

Jakarta, Hotfokus.com

PT Pertamina (Persero) sebagai National Oil Company (NOC) disebut siap untuk berinvestasi secara optimal di seluruh potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang ada di Indonesia. Hal itu merupakan bagian dari transformasi energi, dan inovasi perusahaan dalam menangkap peluang bisnis energi masa depan.

VP Downstream Research & Technology Innovation Pertamina Andianto Hidayat mengatakan dalam jangka pendek, Pertamina akan terus menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), biofuel, dan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Sementara untuk jangka panjang, perseroan akan mengembangkan energi air, gasifikasi batu bara, pencairan batu bara (liquefied coal), energi laut dan bahkan hidrogen.

“Jangka pendek kita kembangkan geothermal (panas bumi). Jangka panjang, kita masuk ke hidro, ocean (tenaga laut), dan hidrogen,” ungkapnya dalam webinar ‘energi baru terbarukan Pertamina’, Rabu (17/2/2021).

Diakuinya, potensi energi laut di Indonesia sangat besar karena ini negara kepulauan. Tak hanya itu, Andianto juga mengungkapkan kemungkinan bahwa Pertamina bisa saja masuk ke pengembangan energi nuklir ke depannya, bila pemerintah menyetujui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“Ocean energy masih melimpah di sekitar kita sebagai negara kepulauan dan jika memungkinkan, kita juga bisa masuk ke energi nuklir yang ramah lingkungan dan aspek safety, tapi tergantung kebijakan pemerintah,” ungkapnya.

Dia mengatakan, dorongan untuk bertransisi ke EBT cukup besar, terutama karena produksi migas terus menurun. Bahkan, sejak 2004 Indonesia menjadi net importir minyak. Pada April 2020 Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan USD344,7 juta, di mana kontribusi paling besar disumbang dari minyak mentah, bensin, dan dari minyak solar. Tak hanya itu, pengembangan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Battery juga menjadi alasan Pertamina harus bertransformasi.

“Sementara cadangan untuk gas sejauh ini masih dalam kondisi mencukupi tapi akan habis di tahun 2045. Ini jadi tantangan apa yang akan dilakukan untuk menyiapkan energi,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *