ads_hari_koperasi_indonesia_74

BPS : Perlu Ada Perhatian Dari Fenomena Importasi Yang Anjlok

BPS : Perlu Ada Perhatian Dari Fenomena Importasi Yang Anjlok

Jakarta, Hotfokus.com

Surplus perdagangan yang terjadi di bulan Januari 2021 menjadi awal yang baik bagi perekonomian nasional. Namun Badan Pusat Statistik (BPS) meminta semua pihak mewaspadai dan memperhatikan faktor pembentuk surplus. Pasalnya dalam catatan itu kinerja surplus juga dipengaruhi oleh menurunnya tingkat importasi produk-produk strategis.

Kepala BPS, Suhariyanto mengingatkan bahwa kinerja impor yang turun baik secara bulanan (month to month / mtom) sebesar 7,59 persen dan secara tahunan (year on year / yoy) sebesar 6,49 persen menjadi USD13,34 miliar patut menjadi catatan. Sebab jika dibedah secara mendalam kinerja impor menurut penggunaan barang semuanya tercatat memerah.

“Ini perlu perhatian. Ini indiaksi bahwa pergerakan impor belum sesuai harapan,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

Secara rinci, impor produk pertanian pada Januari 2021 turun 17 persen mtom dan 2,92 persen yoy menjadi USD1,42 miliar. Kemudian impor produk bahan baku atau penolong turun 2,62 persen mtom dan 6,10 yoy menjadi USD9,93 miliar. Selanjutnya impor barang modal pada periode itu turun 21,23 persen mtom dan 10,72 persen yoy menjadi USD1,99 miliar.

Seperti diketahui bahwa impor yang menurun akan berpengaruh pada kinerja sektor industri domestik yang membutuhkan produk-produk bahan baku atau penolong. Jika impor produk ini turun maka bisa menjadi pertanda bahwa pergerakan industri dalam negeru turut melemah.

“Kalau dibandingkan bulan Desember 2020 impor kita turun 7,59 persen ini terjadi karena impor produk non migasnya naik dan migasnya turun 9 persen,” pungkas dia. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply