ads_hari_koperasi_indonesia_74

HPE Produk Tambang Periode Februari 2021 Mayoritas Naik

HPE Produk Tambang Periode Februari 2021 Mayoritas Naik

Jakarta, Hotfokus.com

Hingga periode akhir Januari 2021, harga beberapa komoditas produk pertambangan menunjukkan tren positif meski di tengah pandemi Covid-19. Hal ini diindikasikan dengan kenaikan harga beberapa komoditas produk pertambangan yang cukup signifikan disebabkan meningkatnya permintaan dan penawaran pasar dunia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Didi Sumedi, menjelaskan bahwa peningkatan permintaan memicu pergerakan harga patokan ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan Bea Keluar (BK) untuk periode Februari 2021. Ketentuan ini ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06 Tahun 2021, tanggal 26 Januari 2021.

“HPE produk pertambangan periode Februari 2021 mengalami fluktuasi. Di antaranya komoditas konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat mangan, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenite, dan konsetrat rutil mengalami kenaikan dibandingkan periode bulan lalu,” kata Didi dalam keterangannya, Minggu (31/1/2021).

Sejumlah produk pertambangan  yang dikenakan BK adalah konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat pasir besi, pellet konsentrat pasir besi, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian.

“Beberapa komoditas produk pertambangan yang mengalami kenaikan dikarenakan adanya permintaan dunia yang meningkat, sementara untuk komoditas konsentrat timbal, konsetrat seng dan bauksit yang telah dilakukan pencucian mengalami penurunan harga. Sedangkan untuk pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan,” jelasnya

Dibandingkan periode sebelumnya, produk pertambangan yang mengalami kenaikan harga rata-rata pada periode Februari 2021 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15%) dengan harga ratarata sebesar USD3.111,97 per WE atau naik sebesar 3,45%. Lalu konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62% dan ≤ 1% TiO2) dengan harga rata-rata sebesar USD148,03 per WE atau naik sebesar 19,34%.

Selain itu konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar  (Fe ≥ 50% dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10%) dengan harga rata-rata sebesar USD75,64 per WE atau naik sebesar 19,34%. Selanjutnya, konsentrat mangan  (Mn ≥ 49%) dengan harga rata-rata sebesar USD208,00 per WE atau naik sebesar 2,52%, konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56%) dengan harga ratarata sebesar USD88,39 per WE atau naik sebesar 19,34%.

Lebih lanjut konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45%) dengan harga rata-rata sebesar USD339,00 per WE atau naik sebesar 4,26% dan konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90%) dengan harga rata-rata sebesar USD926,52 per WE atau naik sebesar 6,16%.

Sedangkan, produk yang mengalami penurunan dibandingkan HPE periode sebelumnya adalah konsentrat timbal (Pb ≥ 56%) dengan harga rata-rata sebesar USD 818,19/WE atau turun sebesar 2,72%; konsentrat seng (Zn ≥ 51%) dengan harga rata-rata sebesar USD750,92 per WE atau turun sebesar 0,60% dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42%) dengan harga rata-rata sebesar USD27,09 per WE atau turun sebesar 0,18%.

“Sementara itu, pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54) dengan harga ratarata USD117,98 per WE tidak mengalami perubahan. HPE periode Februari 2021 ini ditetapkan setelah memperhatikan berbagai masukan tertulis dan koordinasi dari berbagai instansi terkait,” pungkas dia. (DIN/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply