ads_hari_koperasi_indonesia_74

Rampungkan Proyek KLD, PHE ONWJ Berkontribusi 16 MMSCFD

Rampungkan Proyek KLD, PHE ONWJ Berkontribusi 16 MMSCFD

Jakarta, Hotfokus.con

Salah satu proyek strategis hulu yang dilaksanakan Subholding Upstream Pertamina melalui anak usahanya Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yaitu Proyek KLD telah rampung dan onstream di awal tahun 2021.

Meski di tengah pandemi COVID-19, PHE ONWJ tetap berkomitmen menjalankan kegiatan di lepas pantai utara Jawa Barat, demi meningkatkan produksi minyak dan gas bumi dengan protokol kesehatan yang ketat.

Seremoni penyelesaian Proyek KLD dilakukan pada 22 Januari 2021 secara virtual, dihadiri oleh Kepala SKK Migas, Direksi Subholding Upstream Pertamina, serta Manajemen PHE ONWJ.

Deputi Operasi SKK Migas, Julius Wiratno menyampaikan bahwa tahun 2020 adalah tahun yang sangat challenging. Kondisi pada tahun tersebut harga minyak dunia relatif rendah dan mulainya pandemi COVID-19 sejak awal tahun, sangat berdampak pada dinamika industri hulu migas dan sektor pendukungnya.

SKK Migas, kata Julius akan terus mengupayakan peningkatan pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan proyek-proyek pengembangan lapangan, serta secara masif and progresif berkoordinasi dengan KKKS dan pemangku kepentingan lain untuk menghasilkan inovasi dan terobosan sehingga keterbatasan sumber daya dan mobilitas sebagai dampak COVID-19 dapat diatasi dengan baik.

SKK Migas  memberikan apresiasi kepada PHE ONWJ  yang pada periode yang penuh tantangan, tetap memiliki semangat tinggi untuk melaksanakan komitmen pengembangan Lapangan KLD.

“Kami berharap capaian yang membanggakan ini dapat dilanjutkan dengan baik agar aktivitas hulu migas oleh PHE ONWJ dapat terus memberikan dampak positif pada produksi migas, termasuk memberikan multiplier effect pada perekonomian serta ketenagakerjaan. Dalam jangka panjang akan menopang upaya mencapai produksi 1 juta barel minyak dan 12 BSCFD gas di 2030 untuk mewujudkan ketahanan energi nasional,” kata Julius.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan & Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman mengatakan keberhasilan penyelesaian proyek yang lebih cepat dari target dengan zero incident ini merupakan kerja keras dan kolaborasi yang baik dari berbagai pihak.

“Kami mengucapkan terima kasih pada seluruh pihak yang terlibat yakni masyarakat dan pemerintah daerah setempat, SKK Migas, seluruh pekerja PHE ONWJ  serta pelaksana pekerjaan PT Meindo Elang Indah,” kata Taufik.

Ia menambahkan,  segala tantangan yang ada selama pandemi, tak menyurutkan semangat PHE ONWJ untuk dapat menyelesaikan proyek  lebih cepat 3 bulan dari jadwal yang ditetapkan, Dan yang paling penting adalah pencapaian sekitar 1.16 juta jam kerja aman tanpa kecelakaan.

Lapangan Proyek KLD yang berlokasi di lepas pantai Utara Jawa Barat, berhasil diselesaikan dengan skema PSC gross split.

Sejak dimulai di bulan April tahun 2019,  Proyek KLD telah melalui beberapa tahapan diantaranya fabrikasi di lapangan Handil, load out & sail away di pertengahan Juli 2020, instalasi offshore, kegiatan pemboran, hookup & commissioning dan start up.

Lapangan KLD telah mulai mengalirkan gas sejak  Desember 2020 lalu.. Pada awal Januari PHE ONWJ telah menyelesaikan periode performance  test sesuai parameter operasi produksi. Dari Lapangan KLD ini ditargetkan produksi gas sebesar 16 MMSCFD pada periode puncak produksi.

“Produksi dari Lapangan KLD akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri di sekitar wilayah kerja kami. PHE ONWJ Energizing  Indonesia,“ pungkas Taufik. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply