ads_hari_koperasi_indonesia_74

Tulus Abadi : Masyarakat Boleh “Tolak” Divaksin, Tapi……

Tulus Abadi : Masyarakat Boleh “Tolak” Divaksin, Tapi……

Jakarta, Hotfokus.com

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi memiliki pandangan tersendiri terkait perlu atau tidaknya masyarakat di-vaksin Covid-19, serta boleh atau tidaknya pemerintah “Memaksa” masyarakat untuk di-vaksin, tentunya dari sudut pandang konsumen.

Menurut Tulus, vaksin Covid-19 diperuntukkan bukan untuk seluruh masyarakat Indonesia, melainkan orang-orang tertentu yang sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan awal. Berdasarkan infografis yang banyak ditayangkan di media, masyarakat dengan penyakit tertentu bahkan tidak boleh di-vaksin Covid-19.

“Vaksinasi memang tidak semua penduduk, di seleksi kok. Total target vaksinasi sebanyaj 181 juta saja, sekitar 70 persen dari total populasi. Bagi yang tidak mau ndak apa-apa, ndak boleh dipaksa. Kata WHO (otoritas kesehatan dunia) juga begitu,” ujar Tulus kepada Horfokus.com, saat dihubungi pada Rabu (14/1/2021).

Namun demikian, Tulus menggaris bawahi bahwa vaksinasi Covid-19 sendiri di Indonesia merupakan program pemerintah, yang dimaksudkan untuk mengatasi terjadinya penyebaran virus Covid-19. Langkah pemerintah itu juga didukung dengan Undang-Undang kesehatan, terkait penyakit menular.

Menurut Tulus, boleh saja masyarakat menolak untuk di-vaksin, namun masyarakat tidak boleh melakukan kampanye untuk menolak vaksinasi tersebut.

“Tapi sebaiknya yang ndak mau (di-vaksin), jangan berkampanye untuk menolak..Kalau kampanye itu.. yang bisa diproses secara hukum,” pungkasnya. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply