Kiprah Budi Gunadi Sadikin, Dari Dirut Bank Mandiri Hingga Jadi Menteri Kesehatan

Kiprah Budi Gunadi Sadikin, Dari Dirut Bank Mandiri Hingga Jadi Menteri Kesehatan

Jakarta, Hotfokus.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengangkat Budi Gunadi Sadikin menjadi Menteri Kesehatan, menggantikan DR Terawan Agus Putranto. Budi Gunadi Sadikin sendiri bukan merupakan tokoh yang baru muncul, ia sebelumnya pernah menjabat di posisi strategis, mulai dari Dirut Bank Mandiri hingga menjadi Wakil Menteri BUMN.

Sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I yang membidangi antara lain BUMN Kesehatan dan Farmasi, Budi Gunadi Sadikin terlibat aktif dalam membantu menanggulangi Pandemi Covid 19 sejak menerpa Indonesia di bulan Maret.

Pria kelahiran Bogor, 6 Mei 1964, ini ikut berperan dimasa awal pandemi dalam membuka jaringan internasional dan mengerahkan sumberdaya dalam negeri untuk pengadaan:

-20 alat PCR test dengan kapasitas lebih dari 10,000 test/hari atau 28% dari kapasitas nasional

-Vaksin Covid serta membuat sistem pelaksanaan dan distribusi vaksinas

-Obat penyembuhan (thereupatic) Covid-19

Selain itu Budi Gunadi Sadikin juga turut aktif memonitor dan mengelola 70 Rumah Sakit BUMN dalam penanganan Covid-19 dengan salah satunya menaikan kapasitas tempat tidur RS BUMN menjadi lebih dari 6,500.

Budi Gunadi Sadikin memulai kariernya pada tahun 1988 sebagai Information Technology Officer di Kantor Pusat IBM Asia-Pasifik di Tokyo, Jepang. Ia berkarier di IBM hingga tahun 1994 dengan posisi terakhir sebagai Manager Systems Integration & Professional Services.

Selanjutnya ia bergabung dengan PT Bank Bali Tbk. hingga 1999. Ia dipercaya memegang berbagai peran manajerial seperti General Manager of Electronic Banking, Chief General Manager Regional Jakarta, dan Chief General Manager of Human Resources.

Setelah Bank Bali, karier profesionalnya berlabuh ke ABN AMRO Bank Indonesia hingga tahun 2004. Ia menduduki jabatan terakhir di ABN AMRO Bank sebagai Director of Consumer and Commercial Banking (Senior Vice President) untuk ABN AMRO Bank Indonesia & Malaysia.

Selepas dari ABN AMRO Bank, Budi melanjutkan karier perbankannya dengan bergabung di PT Bank Danamon Tbk. sebagai Head of Consumer Banking (Executive Vice President). Ia juga sempat menjadi Direktur Adira Quantum Multi Finance.

Tahun 2006 Budi bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Direktur Micro & Retail Banking. Kariernya melesat hingga pada tahun 2013 ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri hingga Maret 2016.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya di Bank Mandiri, Budi kemudian menjabat sebagai Senior Advisor Menteri Badan Usaha Milik Negara dari tahun 2016 hingga 2017.

Ia kemudian diangkat ditugaskan untuk mentransformasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) (Persero) sebagai Holding Industri Pertambangan yang membawahi PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk.

Menjabat sebagai Direktur Utama Inalum dari September 2017 hingga November 2019, BGS berhasil memperbesar kepemilikan negara menjadi mayoritas di perusahaan tambang emas dan tembaga PT Freeport Indonesia.

Pada November 2019 ia kemudian diangkat menjadi Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I. (SNU/RIF)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply