ads_hari_koperasi_indonesia_74

Teten Masduki : Kospin Jasa Koperasi Percontohan yang Sukses di Tengah Kondisi Perekonomian yang Memburuk

Teten Masduki : Kospin Jasa Koperasi Percontohan yang Sukses di Tengah Kondisi Perekonomian yang Memburuk

Teten Masduki : Kospin Jasa Jad

Pekalongan, hotfokus.com 

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengapresiasi kinerja Koperasi Simpan Pinjam (Kospin) Jasa Pekalongan tahun 2019. Pasalnya Kospin Jasa mampu menunjukkan kinerja terbaiknya dengan mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 15,93 persen menjadi Rp7,8 triliun. Pada periode tersebut pertumbuhan tabungan atau simpanan sebesar 18,03 persen menjadi Rp5,5 triliun dan pinjaman naik 25,36 persen menjadi Rp4,9 triliun. Adapun total aset konvensional dan syariah Kospin Jasa mencapai Rp9,6 triliun.

Teten menegaskan Kospin Jasa sebagai salah satu contoh koperasi yang dikelola secara profesional dan mampu menerapkan manajamen modern. Kospin Jasa juga dinilai mampu berinovasi dan berusaha memasuki era baru dan era digital sehingga kinerjanya gemilang meskipun tahun 2019 dihadapkan pada situasi politik yang cukup memanas.

“Melihat pengalaman Kospin Jasa, koperasi ini bisa menjadi tulang punggung ekonomi nasional,” kata Teten saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2019 Kospin Jasa di Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (14/3).

Teten menambahkan bahwa Kospin Jasa telah menjalankan fungsinya sebagai koperasi yang menghubungkan antar kegiatan usaha sehingga terjadi pergerakan ekonomi yang semakin besar. Untuk itu, koperasi ditargetkan akan menjadi model bisnis pilihan yang menguntungkan khususnya seperti yang dilakukan Kospin Jasa.

Namun, Teten juga menyadari bahwa tantangan koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam tidak mudah karena di luar koperasi tumbuh lembaga keuangan yang modern dengan layanan mudah dan cepat. Karena itu, diharapkan koperasi terus melakukan inovasi, modernisasi manajemen dan mengadopsi teknologi untuk memberi kemudahan bagi anggotanya.

Tantangan lainnya, koperasi belum menjadi model bisnis pilihan di masyarakat khususnya anak muda yang menguntungkan dan memberikan kesejahteraan bersama.

“Ini yang sekarang yang sedang kita jalankan rebranding koperasi di kalangan anak muda,” kata Teten.

Ketua Umum Kospin Jasa, Andy Arslan Djunaid, mengatakan capaian kinerja Kospin Jasa pada Tahun Buku 2019 menunjukkan pertumbuhan positif meski banyak tantangan yang dihadapi sepanjang tahun lalu. Perang dagang dan bencana alam yang dihadapi sepanjang tahun lalu membuat Kospin Jasa sempat kesulitan.

Pada tahun buku 2019, Kospin Jasa juga mencatatkan Jasa Pinjaman mencapai 17,3 persen dan Jasa Simpanan 14,6 persen. Dibandingkan deposito di bank, Kospin Jasa mampu meraih dua kali lipat lebih tinggi.

“Pertumbuhan Kospin Jasa secara persentase lebih baik dibandingkan industri keuangan dan perbankan. Dampaknya ke anggota adalah pemberian SHU (sisa hasil usaha) yang lebih baik,” kata Andi.

Sementara itu Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM), Supomo, mengatakan pihaknya telah menyalurkan sebesar Rp50 miliar dana bergulir bagi Kospin Jasa. Penyaluran dana bergulir itu diserahkan secara simbolis Supomo kepada Ketua Umum Kospin Jasa Andy Arslan Djunaid di saksikan oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Supomo menegaamzkN pihaknya sangat terbantu dengan keterlibatan Kospin Jasa untuk menyalurkan dana bergulir kepada anggota koperasi yang sebagian besar adalah pelaku UMKM. LPDB-KUMKM menyadari memiliki keterbatasan untuk menemui satu persatu pelaku UMKM yang tak sedikit tersebar di kota-kota kecil.

“LPDB-KUMKM ingin memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM dalam akses pembiayaan sebagaimana arahan bapak Menteri Koperasi dan UKM yang menginginkan persyaratan yang ramah bagi pelaku Koperasi dan UMKM. Ramah artinya jadi lebih mudah persyaratannya,” ujar Supomo.

Dengan kemudahan persyaratan ini, diharapkan para pelaku usaha tidak lagi terjerat rentenir yang memberikan persyaratan kemudahan yang menggoda tapi membuat pelaku usaha tidak bisa mengembalikan pinjaman karena bunga yang mencekik leher.

“Kuncinya adalah kemudahan akses pembiayaan yaitu dengan proses pemberian pinjaman yang cepat. Tidak perlu murah tapi yang penting kecepatan dalam proses seperti yang diterapkan rentenir. Semangat rentenir ini yang kita adopsi, memberikan kemudahan tapi dengan bunga yang murah. Selisih bunga yang dipinjam dari rentenir kan jadi bisa dipakai untuk meningkatkan usahanya,” jelas Supomo. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *