ads_hari_koperasi_indonesia_74

Produk Koperasi Banjarbaru, Jadi Percontohan Produk Berdaya Saing

Produk Koperasi Banjarbaru, Jadi Percontohan Produk Berdaya Saing

Banjarbaru, Hotfokus.com

Produk yang dihasilkan koperasi diharapkan tidak kalah dengan ritel modern maupun produk pabrikan. Hal itu diperlukan untuk menjamin agar produk – produk koperasi bisa bersaing sehingga bisa menjadi produk andalan.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan salah satu produk unggulan koperasi di Indonesia yang bisa bersaing dengan produk ritel modern ataupun pabrikan adalah produk Koperasi Mitra Idaman Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Menurut Teten, produk-produk tersebut sangat potensial untuk dikembangkan dan bisa meningkatkan ekonomi para anggotanya.

“Mereka memproduksi aneka produk, mulai dari makanan, minuman, hingga kain. Koperasi ini sangat berpotensi untuk dikembangkan dalam skala lebih besar dengan keanggotaan lebih banyak,” kata Teten dalam keterangannya, Minggu (9/2).

Lebih lanjut, Tetenpun memberikan kiat agar koperasi itu berkembang pesat. Yaitu, melalui sistem produksi berantai. Selain itu, memanfaatkan pembiayaan perbankan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan sistem mengikuti pertumbuhan usaha.Teten juga meminta produk yang dihasilkan Koperasi Mitra Idaman Banjarbaru, harus berbasis pada unggulan daerahnya, agar suplai bahan baku lokal tercukupi.

“Saya mendorong produk unggulan saat ini harus berbasis value base comodity”, ulas Teten.

Menurut Teten, Kalimantan sangat kaya dengan buah-buahan, kayu-kayuan dan herbal. Itu bisa menjadi produk unggulan disini. Dimana dalam pengembangan usahanya, dapat bermitra dengan market atau pasarnya. Apalagi dengan adanya platform online Wako yang dapat menghubungkan anggota koperasi dengan 1.200 warung di Kalimantan Selatan.

“Jika dijalankan semua itu, maka akan terhubung dan dapat meningkatkan ekonomi. Sehingga nantinya, tidak kalah dibandingkan ritel modern maupun produk pabrikan,” pungkas dia.

Sementara itu, Ketua Koperasi Idaman Banjarbaru Alfisah mengatakan bahwa koperasi yang dipimpinnya diharapkan bisa go internasional. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan tempat strategis di bandara, promosi yang besar dan pembiayaan tanpa agunan. Alfisah menambahkan, produk unggulan koperasinya adalah Ampang Idaman. Selain itu ada craft, kain Sasirangan, sirup, krupuk dan teh Bajakah.

“Anggota kami memang hanya 24 orang, namun aktif dengan produk yang dihasilkan karena setiap anggota wajib memiliki Ijin Usaha Mikro Kecil (IUMK),” pungkas Alfisah. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *