Buka Pameran SIAL Interfood, Pemerintah Berharap Industri Mamin Bisa Tumbuh Signifikan

Buka Pameran SIAL Interfood, Pemerintah Berharap Industri Mamin Bisa Tumbuh Signifikan

Jakarta, Hotfokus.com

Demi mengenalkan potensi dan ragam kuliner serta industri makanan minuman (Mamin), PT Kristamedia Pratama mengadakan pameran berskala internasional yaitu SIAL Interfood 2019 di JIExpo, Kemayoran pada 13-16 November 2019. Dalam pameran yang diadakan ke 19 ini diikuti 880 perusahaan di sektor mamin dari 30 negara.

CEO PT Kristamedia Pratama, Daud D. Salim, mengatakan setidaknya akan ada 28 sub sektor produk industri mamin baik dari dalam negeri atau luar negeri yang akan dipamerkan. Melalui ajang ini produk industri mamin dalam negeri diharapkan bisa dikenalkan lebih luas pada pasar luar negeri sehingga bisa berpotensi mendorong peningkatan ekspor. Diperkirakan pameran ini akan dikunjungi oleh 82.000 dari berbagai negara sehingga akan sangat strategis untuk memasarkan produk-produk mamin Indonesia.

“Pameran ini sangat penting karena tidak hanya hadirkan tourist ke Indonesia tapi juga meraka bisa melihat produk – produk makanan olahan dari Indonesia. Jadi pelaku industri mamin dalam negeri harus siap. Ini ajang penting untuk kemajuan industri mamin dan perlatan lainnya dari Indonesia,” kata Daud dalam sambutannya pada pembukaan pameran SIAL Interfood, Rabu (13/11).

Di tempat yang sama, Dirjen Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Abdul Rochim, mengapresiasi langkah Kristamedia yang konsisten menyelenggarakan event tersebut setiap tahunnya sehingga bisa menjadi media bagi perluasan pasar produk mamin dalam negeri. Sebab industri mamin memegang peranan yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Data dari Kemenperin, industri mamin menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi product domestic bruto (PDB) sebesar 6,25 persen. Sementara terhadap PDB industri pengolahan non migas sharenya mencapai 37 persen. Pada triwulan III 2019, pertumbuhan industri mamin mencapai 8,33 persen atau lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2019 sebesar 7,99 persen. Bahkan dibandingkan periode triwulan III 2018 capaian pertumbuhan pada triwulan III 2019 cukup tinggi lantaran pada periode 2018 hanya 8,10 persen.

Secara kumulatif sejak Januari – September 2019 realisasi investasi sebesar Rp26,39 triliun dari investor dalam negeri. Sementara dari investor asing mencapai USD1 miliar. Bahkan dari sisi penyerapan tenaga kerja dari sektor industri mamin cukup besar yaitu 5,2 juta orang atau setara 28,52 persen dari total tenaga kerja di industri pengolahan yang mencapai 18,2 juta orang.

Abdul Rochim mengatakan salah satu upaya untuk mendorong industri ini terus bertumbuh adalah melalui fasilitasi pameran, pemberian insentif seperti tax allowance dan tax holiday bagi industri-industri mamin. Bahkan pemerintah tengah menyusun peraturan menteri keuangan (PMK) untuk pemberian insentif tambahan bagi industri yang melakukan inovasi termasuk untuk industri mamin. PMK ini sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) tentang super deduction tax nomer 45 tahun 2019.

“Karena cukup besar sharenya terhadap PDB makanya perlu terus kita dorong, bahkan untuk fasilitas tax terakhir untuk inovasi akan diberikan potongan tax hingga 300 persen. Ini masih proses PMKnya, mudah – mudahan segera diterbitkan,” kata Abdul Rochim saat membuka pameran SIAL Interfood.

Sementara itu dari sisi kinerja ekspor, produk mamin hingga periode September 2019 mencapai USD19,31 miliar dan nilai impor mencapai USD8,78 miliar. Hal ini menandakan bahwa neraca perdagangan untuk industri Mamin tetap masih surplus.

Abdul Rochim berharap melalui pameran-pameran seperti SIAL Interfood dan promosi yang terus gencar dilakukan pemerintah bersama asosiasi nantinya akan mendorong angka surplus semakin tinggi. Dia juga berharap pertumbuhan industri mamin di sisa waktu tahun ini bisa lebih tinggi dibandingkan periode-periode sebelumnya.

“Pameran ini menjadi platform bussiness to bussiness yang sangat baik karnea menyediakan peluang bisnis bagi peserta untuk cari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama. Saya harap peserta bisa memanfaatkan peluang dalam pameran ini untuk menjalin bussiness matching sehingga bisa meningkatkan ekspor secara khusus dan meningkatkan pertumbuhan industri mamin,” pungkas Abdul Rochim. (DIN/rif)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply