Jaksa Agung Minta Intelijen Kejaksaan Pahami Keudukan Tupoksi

 Jaksa Agung Minta Intelijen Kejaksaan Pahami Keudukan Tupoksi

Jakarta, hotfokus.com

Seluruh jajaran intelijen Kejaksaan Republik Indonesia diingatkan untuk bisa memahami dan menyadari secara penuh tentang kedudukan, tugas pokok, fungsi, dan kewajiban. Aparat intelijen Korps Adhyaksa juga harus mampu memberikan kontribusi positif khususnya dalam upaya menjaga dan mengawal praktik berdemokrasi di Tanah Air.

Demikian penegasan Jaksa Agung HM Prasetyo pada acara Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (28/6).

Kegiatan ini mengangkat tema tentang Optimalisasi Peran Intelijen Kejaksaan Merajut Kebinekaan Dalam Bingkai Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Pemilu 2019” merupakan gambaran dari sebuah semangat dan niat serta tekad dan komitmen.

Dalam acara ini hadir di antaranya Menteri Desa dan PDTT Eko Putro Sandjojo, Jaksa Agung Muda Intelijen Jan S Maringka, para jaksa agung muda, Sekjen Kemendes PDTT serta pejabat eselon II dan III di bidang intelijen.

Pada kesempatan itu, Prasetyo berharap jajaran intelijen kejaksaan dapat mengantisipasi, memprediksi, dan mengatasi pelbagai tantangan, dan hambatan seiring berkembangnya dinamika segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurutnya, intelijen kejaksaan sebagai perangkat penguat dan pendukung keberhasilan operasi penegakan hukum memiliki peran yang amat penting. “Oleh karena itu, penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen Kejaksaan RI pada 26-27 Juni merupakan salah satu upaya untuk menguatkan peran tersebut,” paparnya.

Lebih jauh ia mengetakan, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter intelijen kejaksaan yang profesional, berintegritas, sensitivitas tangguh, dan responsif karena dibekali insting serta kepekaan tinggi dan modern, berwawasan dan punya kemampuan beradaptasi dengan setiap perubahan yang ada. “Hal itu menjadi sesuatu yang penting dan dibutuhkan dalam tiap perhelatan pesta demokrasi seperti Pilpres, Pileg, dan Pilkada,” ucapnya.

“Begitu pula dengan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang tidak sedikit menimbulkan friksi, polarisasi serta ketegangan sebagai ekses dari adanya perbedaan jenis serta kepentingan yang membawa konsekuensi timbulnya perbedaan ataupun pertentangan sikap, pilihan politik, dan figur yang diinginkan,” tambah dia.

Jaksa Agung juga mengapresiasi seluruh jajaran intelijen kejaksaan yang responsif serta mengambil bagian untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap tahapan pemilu di negeri ini.

“Intelijen kejaksaan diimbau tetap menjaga kepekaan, antisipasi, dan deteksi terhadap ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga pelantikan presiden, serta terbentuknya kabinet dan parlemen baru pada Oktober mendatang<’ paparnya.

Prasetyo juga mengingatkan tentang pentingnya program TP4 (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan). “Program unggulan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik kepada institusi kejaksaan agar tetap dinilai positif, berdaya guna, dan berhasil,” ujarnya.(ert)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply