ads_hari_koperasi_indonesia_74

Rehabilitas Bencana di Sulteng, Bapenas Didesak Akomodir Pemda

Rehabilitas Bencana di Sulteng, Bapenas Didesak Akomodir Pemda

Jakarta, hotfokus.com

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) diminta untuk mengadaftasi seluruh Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RRR) yang diusulkan Pemerintah Sulawesi Tengah secara adil dalam Rencana Induk Nasional (RIN).

“Kita berharap Bappenas memperhatikan dan mengakomodir secara adil usulan pemerintah Sulawesi Tengah untuk didaftasi sebagai bagian dari Rencana Induk Nasional,” ujar Andika Sekjend PASIGALA CENTRE, (28/01)

Menurut Andika, rencana rehabilitasi dan rekonstruksi yang diusulkan tiga Kabupaten dan satu Kota itu merupakan cermin dari situasi dan kebutuhan masyarakat Sulawesi Tengah.

“Kita berharap Bappenas tidak berorientasi Jakarta Sentris dalam merumuskan program rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong. Partisipasi daerah harus diutamakan sebab mereka yang paling tahu apa yang dibutuhkan daerahnya,” jelas Andika.

Andika juga mengingatkan bahwa, aspek desentralisasi dalam penyusunan rencana akan menentukan arah dan masa depan Sulawesi Tengah. Hal itu kata Andika, bisa menjadi bahan pembelajaran berharga, terutama bagi birokrasi daerah dalam konteks kesiap-siagaan bencana.

“Rumusan resiko itu berbanding imposisi atau bahkan paralel dengan neraca kebutuhan anggaran. Maka setiap rencana daerah yang diusulkan dapat menjadi acuan pertimbangan kebijakan proses dan tahapan rehab/rekon,” ujar Andika.

Selain itu kata Andika, Pemerintah pusat harus mensinergikan program rehab rekon dengan agenda pembangunan Pusat Studi Bencana Geologis dan Hydrometologi di Sulawesi Tengah. Agar dana hutang, dan besaran keuangan negara yang dibelanjakan diawal dapat menjadi pondasi bangsa menuju negara tangguh bencana.

“Rehabalitasi dan rekonstruksi adalah proses berulang dalam respon bencana. Dalam konteks Sulteng, Pemerintah harus bangun pusat studi Bencana Geologis dan Hydrometologi, sebagai indikator kemajuan. Kita perlu belajar dan itu hanya mungkin kalau Pemerintah membangun sistem dan pondasinya,” jelas Andika.(SA)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *