ads_hari_koperasi_indonesia_74

Wah Daerah Ini Bisa Bahayakan Ekonomi Nasional

Wah Daerah Ini Bisa Bahayakan Ekonomi Nasional

BATAM — Perekonomian Kepulauan Riau (Kepri) sedang jeblok. Tahun 2017 pertumbuhan ekonomi di provinsi itu hanya mencapai 2,01 persen. Padahal tahun sebelumnya tercatat 5,02 persen.

Fakta itu diungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, dalam pertemuan antara Tim Kunjungan Kerja Komisi XI DPR RI dengan Asisten Ekonomi Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Keuangan Kepri, BPK Perwakilan Kepri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Kepri, dan Badan Pusat Statistik Kepri, di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (15/2).

Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng, sekaligus Pimpinan Tim Kunker, mengatakan bahwa merosotnya pertumbuhan ekonomi di Kepri sangat berbahaya. Alasannya dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Politisi Golkar itu juga mengatakan, seharusnya pemerintah daerah memiliki strategi perekonomian selain eskpor impor yang sedang terganggu dewasa ini. Mekeng mencontohkan pariwisata yang dapat diandalkan menjadi salah satu sumber pendapatan daerah.

“Apalagi letak geografis Kepri yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia, sehingga diharapkan bisa menarik wisatawan dari kedua negara tersebut,” imbuh politisi asal dapil NTT itu.

Kunjungan kerja ini juga diikuti oleh Anggota Komisi XI DPR RI lainnya, diantaranya Michael Jeno (F-PDI Perjuangan), Andreas Eddy Susetyo (F-PDI Perjuangan), Andi Achmad Dara (F-PG), Sarmuji (F-PG), Willgo Zainar (F-Gerindra), Nurhayati Ali Assegaf (F-PD), Nur Chayati (F-PKB), Junaidy Auly (F-PKS), Romahurmuziy (F-PPP), dan Achmad Hatari (F-Nasdem). (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply