ads_hari_koperasi_indonesia_74

Inilah Bandara Terapung Pertama di Indonesia

Inilah Bandara Terapung Pertama di Indonesia

SEMARANG — Bandar Udara (bandara) Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, yang akan menjadi bandara di atas air (floating) pertama di Indonesia, akan mulai beroperasi dengan minimum requirements pada Mei 2018 atau sebelum masa angkutan lebaran.

Keterangan Humas Kemenhub menyebutkan, nanti terminal ini akan meningkatkan kapasitas daya tampung penumpang hingga 9 kali lipat menjadi 6 juta penumpang per tahun.

“Terminal baru bandara Ahmad Yani yang sedang kita bangun ini sembilan kali lebih besar dari terminal sebelumnya,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pada acara Penutupan Atap (Topping Off Ceremony) di Terminal Baru Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/2).

Selama ini, jelas Menhub, Bandara Ahmad Yani Semarang merupakan pintu gerbang provinsi Jawa Tengah dengan kapasitas 800.000 penumpang per tahun, sedangkan penumpang existing tahun 2017 telah mencapai 4,4 juta penumpang per tahun.

Karena itu, pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang mendesak dilakukan, dan pemerintah mendukung penuh semua upaya pembangunan yang telah dilakukan untuk terus melakukan improvement dan service excellence kepada masyarakat.

“Bandara di Semarang sudah critical dengan fasilitas yang lama itu sangat mengkhawatirkan. Saya apresiasi, upaya membangun dari Kementerian BUMN, Angkasa Pura 1, dan Gubernur Jawa Tengah yang begitu mendukung. Karena ini bisa jadi format di daerah lain, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah dan BUMN. Dan model ini bisa diterapkan di tempat-tempat lain,” ungkap Menhub.

Dengan adanya pengembangan, menurut Menhub, nantinya Bandara Ahmad Yani akan mampu menampung hingga 6 juta penumpang per tahun sehingga akan dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat pengguna jasa penerbangan.

Dijelaskan, Terminal Baru Bandara Ahmad Yani memiliki desain yang sangat artistik dan mengusung konsep eco airport dan go green. Lampu jalan bandara akan memakai solar cell dan pengolahan airnya dengan reserve osmosis dan me-recycle air tambak untuk operasional bandara.

“Diharapkan kepada pengelola bandara PT Angkasa Pura I, Pemerintah daerah, serta masyarakat pengguna jasa dapat senantiasa menjaga dan merawat fasilitas yang ada, serta meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa bandara Ahmad Yani Semarang,” pungkas Menhub.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri BUMN Rini Soemarno, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi. (kn)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked with *

Cancel reply